
Ketegangan regional yang meningkat terus menimbulkan pesan yang beragam bagi para pelancong, namun Uni Emirat Arab telah meyakinkan penumpang bahwa bandara-bandara di negaranya tetap beroperasi penuh. Dalam sebuah pengumuman yang diterbitkan pada 25 Juli, media berita perjalanan eTurboNews mengonfirmasi bahwa bandara Dubai, Abu Dhabi, dan Sharjah tetap buka dan menangani sebagian besar penerbangan sesuai jadwal, meskipun beberapa layanan ke Bahrain, Kuwait, Irak, dan Jeddah mengalami penundaan atau pembatalan. Beberapa pemerintah Barat memperbarui panduan minggu ini, mengimbau warganya untuk tetap waspada tinggi saat transit di Teluk dan memantau pemberitahuan dari maskapai penerbangan. Peringatan global dari Departemen Luar Negeri AS dan pemberitahuan regional dari Kementerian Luar Negeri Inggris sama-sama merujuk pada konfrontasi Iran-AS yang memanas awal tahun ini. Analis keamanan yang dikutip dalam laporan menyatakan risiko langsung terhadap penerbangan sipil masih rendah, namun pembatasan ruang udara dapat berubah dengan cepat. Maskapai menyarankan penumpang untuk mengonfirmasi kembali status penerbangan sebelum berangkat ke bandara, mendaftar untuk notifikasi SMS, dan menyediakan waktu ekstra untuk pemeriksaan keamanan serta imigrasi. Rute jarak jauh yang menghubungkan UEA dengan Eropa, Asia-Pasifik, dan Amerika tetap sebagian besar tidak terpengaruh. Namun, maskapai regional telah menyesuaikan jalur penerbangan untuk menghindari zona larangan terbang, menambah sedikit waktu perjalanan di atas Teluk Oman dan sebagian wilayah Irak. Berita ini juga menyoroti klaim yang belum terverifikasi bahwa personel militer AS dipindahkan dari pangkalan ke hotel komersial di beberapa negara Teluk, yang berpotensi meningkatkan langkah keamanan di properti-properti penting. Grup hotel yang dihubungi eTurboNews mengatakan mereka memantau situasi namun belum menerima arahan resmi. Otoritas Manajemen Krisis dan Bencana Nasional UEA menegaskan bahwa "tidak ada perubahan pada tingkat ancaman saat ini" dan semua infrastruktur pariwisata beroperasi normal. Bagi manajer perjalanan korporat, pesan utamanya adalah memastikan karyawan menggunakan saluran resmi maskapai, mengaktifkan roaming ponsel untuk menerima peringatan real-time, serta mengingatkan staf untuk membawa salinan cetak atau digital dari rencana perjalanan dan visa yang disetujui sebagai antisipasi pemeriksaan tambahan di imigrasi. Tim duty-of-care sebaiknya meninjau rencana akomodasi darurat, namun tetap dapat mengarahkan penumpang melalui Emirates kecuali ada pemberitahuan pembatalan resmi dari maskapai.
Sumber: eTurboNews