
Dalam buletin tanggal 26 Juli 2026, Kementerian Luar Negeri Jerman memperbarui panduan perjalanan ke Djibouti, menginformasikan bahwa perjanjian layanan udara bilateral baru telah mulai berlaku dan para pelancong kini wajib mendapatkan persetujuan visa elektronik sebelum naik pesawat. Visa kertas yang diterbitkan saat kedatangan tidak lagi diberikan kecuali untuk pemegang paspor diplomatik. Pemberitahuan ini juga menyoroti keterbatasan kapasitas di Bandara Djibouti-Ambouli, di mana pekerjaan konstruksi mengurangi jumlah tempat parkir pesawat. Lufthansa dan Ethiopian Airlines memperingatkan kemungkinan keterlambatan slot bagi penumpang yang melanjutkan perjalanan ke Frankfurt melalui Addis Ababa. Perusahaan yang mendukung operasi angkatan laut Jerman di pangkalan EU ATALANTA di Djibouti disarankan memastikan kontraktor sipil membawa identitas yang diakui NATO dan bahwa izin keamanan mereka telah didaftarkan ke otoritas bandara minimal 72 jam sebelumnya. Kementerian Luar Negeri juga mengingatkan bahwa izin diperlukan untuk pengambilan foto di dekat fasilitas militer dan penggunaan drone dilarang tanpa izin khusus. Pelanggaran dapat berakibat penyitaan peralatan dan denda. Profesional mobilitas disarankan memperbarui daftar periksa pra-keberangkatan dengan menyertakan tangkapan layar aplikasi e-visa dan surat persetujuan cetak agar tidak ditolak naik pesawat.
Sumber: Auswärtiges Amt