
Kementerian Luar Negeri Jerman memperbarui peringatan perjalanan ke Guinea pada 26 Juli 2026, menyoroti seringnya demonstrasi di Conakry serta pusat pertambangan seperti Kamsar dan Boké. Para pengunjuk rasa telah memasang blokade jalan di jalan raya pesisir N1, yang menyebabkan keterlambatan ekspor bauksit dan transfer di bandara. Peringatan ini mengimbau warga Jerman untuk menghindari kerumunan besar dan menjaga persediaan bahan bakar serta air yang cukup jika terjadi penutupan jalan. Lufthansa dan Brussels Airlines telah mengeluarkan kebijakan pembebasan biaya untuk pemesanan ulang penerbangan ke dan dari Conakry yang dijadwalkan hingga 2 Agustus. Bagi pekerja perusahaan di sektor pertambangan, Kementerian Luar Negeri menyarankan untuk berkoordinasi dengan tim keamanan lokasi guna mengatur konvoi pengawalan antara kompleks perumahan dan tempat kerja. Jam malam yang diberlakukan oleh otoritas setempat telah membebani sumber daya keamanan swasta. Perusahaan yang mengirimkan kargo melalui pelabuhan Conakry harus mengantisipasi kemacetan dermaga dan kemungkinan biaya demurrage. Manajer mobilitas juga perlu memantau ketersediaan layanan evakuasi medis internasional, karena aksi mogok staf rumah sakit telah mengganggu pelayanan rutin di ibu kota. Pengusaha wajib memastikan rencana darurat mencakup opsi keberangkatan alternatif melalui Bamako atau Freetown, mengingat kerusuhan sebelumnya pernah menyebabkan penutupan bandara Conakry dengan pemberitahuan singkat.
Sumber: Auswärtiges Amt