1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Uni Emirat Arab
  4. /
  5. Pemegang Visa Emas Pakistan Melaporkan Pembatalan Visa Mendadak, Mendorong Waspada dalam Perjalanan

Pemegang Visa Emas Pakistan Melaporkan Pembatalan Visa Mendadak, Mendorong Waspada dalam Perjalanan

Agu 4, 2026
·
Pemegang Visa Emas Pakistan Melaporkan Pembatalan Visa Mendadak, Mendorong Waspada dalam Perjalanan
Kekhawatiran melanda komunitas ekspatriat Pakistan di Dubai setelah puluhan unggahan di subreddit r/dubai mengungkapkan bahwa para penduduk jangka panjang menemukan visa Emas 10 tahun mereka dibatalkan saat berada di luar negeri. Dalam sebuah thread yang dibuat pada dini hari 3 Agustus, seorang pengguna menyatakan keluarganya “terjebak di UAE sejak tahun lalu” karena takut meninggalkan negara dan tidak bisa kembali. Beberapa komentar menyebutkan rekan kerja atau kerabat mereka ditolak masuk kembali pada akhir Juli meski memegang kartu identitas Emirates yang masih berlaku, bahkan ada yang melaporkan rekening bank mereka otomatis dibekukan setelah file residensi dibatalkan.

Meski belum ada pernyataan resmi, penasihat imigrasi mengatakan kepada Gulf Mobility News bahwa Otoritas Federal untuk Identitas, Kewarganegaraan, Bea Cukai, dan Keamanan Pelabuhan (ICP) diam-diam memperketat pemeriksaan latar belakang bagi warga negara dari negara-negara yang terlibat ketegangan regional. Pelancong dari Pakistan, Suriah, dan Sudan dilaporkan menjalani skrining tambahan berbasis risiko setiap kali meninggalkan UAE. Jika ada peringatan—biasanya terkait kasus polisi yang belum selesai atau tunggakan keuangan—izin tinggal bisa dicabut otomatis, bahkan untuk pemegang Visa Emas yang biasanya menikmati jaminan tinggal selama sepuluh tahun.

Pemegang Visa Emas Pakistan Melaporkan Pembatalan Visa Mendadak, Mendorong Waspada dalam Perjalanan


Laporan ini menyoroti kerentanan yang jarang diketahui dari program Visa Emas: visa tetap terkait dengan catatan keamanan dan keuangan individu, dan dapat dibatalkan sepihak oleh pihak berwenang tanpa pemberitahuan sebelumnya. Para pengacara mengatakan pemasaran program ini sebagai “residensi permanen” telah menimbulkan ekspektasi yang tidak sesuai dengan teks hukum Resolusi Kabinet 65 tahun 2022, yang memberikan ICP kewenangan diskresi luas. Karena pembatalan dicatat secara real time di kontrol perbatasan, seorang penduduk mungkin baru mengetahui keputusan tersebut saat mencoba kembali.

Perusahaan yang mempekerjakan staf Pakistan kini menyarankan pekerjanya untuk memeriksa status file di aplikasi ICP sebelum bepergian dan menjaga nomor ponsel UAE yang dapat menerima SMS peringatan dari sistem imigrasi. Konsultan HR juga merekomendasikan menyimpan dana tunai minimal untuk 30 hari di luar UAE jika rekening bank dibekukan. Keluarga dengan anak usia sekolah dianjurkan menyiapkan rencana belajar jarak jauh jika orang tua terjebak di luar negeri.

Bagi bisnis, kejadian ini menegaskan pentingnya pemantauan kepatuhan secara berkelanjutan bahkan untuk karyawan dengan visa jangka panjang. Perusahaan disarankan mengintegrasikan pemeriksaan status real time ke dalam dashboard mobilitas mereka dan memberi pengarahan kepada staf yang bepergian tentang kemungkinan pemeriksaan sekunder secara acak. Meski Visa Emas tetap menjadi alat menarik untuk mempertahankan talenta, peristiwa terbaru ini mengingatkan bahwa visa tersebut bukan jaminan mutlak untuk masuk kembali—terutama di masa ketidakstabilan geopolitik.
Sumber: Reddit – r/dubai

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×