
Pada 17 Oktober, Departemen Luar Negeri AS menaikkan tingkat peringatan perjalanan untuk Kenya dari Level 2 (Berhati-hatilah Lebih) menjadi Level 3 (Pertimbangkan Ulang Perjalanan), dengan alasan terorisme, kejahatan, kerusuhan sipil, dan risiko kesehatan terkait wabah Ebola di wilayah sekitarnya. Langkah ini berdampak pada pusat penting Afrika untuk operasi energi multinasional, telekomunikasi, dan LSM. Maskapai penerbangan mulai menawarkan pemesanan ulang tanpa biaya untuk rute Nairobi, dan beberapa perusahaan asuransi global memberi tahu klien bahwa cakupan klaim pembatalan perjalanan mungkin kini terbatas sesuai klausul Level 3. Perusahaan yang memiliki staf yang dijadwalkan ke Kenya dalam 60 hari ke depan disarankan meninjau kewajiban perlindungan karyawan, memastikan karyawan terdaftar dalam program STEP, serta mengevaluasi opsi kerja jarak jauh. Meskipun peringatan ini belum mencapai Level 4 (“Jangan Bepergian”), ada peringatan tentang pemeriksaan ketat di Bandara Internasional Jomo Kenyatta dan pos pemeriksaan sporadis di jalan raya yang menghubungkan Nairobi dengan resor pantai dan wilayah utara. Otoritas kesehatan belum melaporkan kasus Ebola di Kenya, namun lalu lintas lintas batas dari Republik Demokratik Kongo dan Uganda memicu pemeriksaan suhu tubuh dan kartu vaksinasi. Manajer perjalanan disarankan memperbarui protokol pengarahan pra-perjalanan, memverifikasi kemampuan penyedia keamanan beroperasi di luar distrik pusat Nairobi, serta memastikan rencana evakuasi memperhitungkan kemungkinan gangguan penerbangan selama musim liburan akhir tahun.