
Sebuah investigasi Al Jazeera yang diterbitkan pada 20 Oktober 2026 mengungkap bagaimana Kementerian Dalam Negeri Inggris mengajukan banding atas putusan pengadilan yang memerintahkan mereka untuk menyatukan kembali ibu dan anak Palestina yang terjebak di Gaza dengan suami mereka yang sudah mendapatkan perlindungan di Inggris. Para pengacara menyatakan bahwa antara 250 hingga 300 kasus serupa masih tertunda karena pemohon tidak dapat menyerahkan sidik jari—pusat pengajuan visa di Gaza ditutup pada 2023 dan tidak ada pengecualian biometrik yang diberikan. Kisah ini menyoroti kritik yang lebih luas: Inggris membuka kembali Skema Pemukiman Kembali UK bulan ini, namun kuota untuk warga Palestina terbatas hanya untuk rujukan dari Yordania dan Lebanon, sehingga keluarga di Gaza tidak memiliki jalur hukum yang aman. Para aktivis berpendapat bahwa Kementerian Dalam Negeri bisa meniru pengaturan yang digunakan untuk warga Ukraina pada 2022, dengan memungkinkan pengambilan biometrik setelah kedatangan. Bagi tim mobilitas dan relokasi, kasus ini menunjukkan pentingnya infrastruktur biometrik secara operasional. Ketidakmampuan mengambil sidik jari di zona konflik menciptakan kebuntuan kepatuhan meskipun pemohon memenuhi Aturan Imigrasi. Perusahaan yang mensponsori staf Palestina harus mengantisipasi penundaan panjang dan mempertimbangkan opsi pendaftaran di negara ketiga seperti Amman atau Kairo. Para pengamat kebijakan mencatat bahwa keputusan Pengadilan Banding dapat memaksa Kementerian Dalam Negeri untuk memperkenalkan solusi biometrik yang fleksibel—unit pendaftaran mobile atau biometrik pasca kedatangan—yang berpotensi menjadi preseden untuk wilayah krisis lain. Sampai saat itu, departemen CSR yang mendukung keluarga karyawan di Gaza harus menyiapkan rencana darurat dan pengajuan hukum untuk menjaga aplikasi visa tetap berlaku sesuai batas waktu hukum. Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan reputasi bagi merek yang beroperasi di Timur Tengah: pengawasan publik terhadap sikap Inggris terkait reuni keluarga Gaza bisa berdampak pada aktivisme konsumen dan hubungan karyawan.
Sumber: Al Jazeera English
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa untuk individu dan bisnis. Periksa persyaratan perjalanan saat ini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola aplikasi Anda secara online melalui portal VisaHQ Inggris.Lebih Banyak Dari Inggris
Lihat semua
Gerbang eTanpa Sentuh Mulai Beroperasi di Bandara Birmingham sebagai Bagian dari Dorongan Digitalisasi Perbatasan Inggris
Inggris ancam larangan visa menyeluruh bagi Eritrea jika tidak menerima pemulangan migran gelap