
Kedutaan Besar China di New Delhi mengeluarkan pengumuman pada malam 22 Oktober bahwa semua Pusat Layanan Pengajuan Visa China (CVASC) di India akan menghentikan operasional mulai 26 Oktober 2026. Mulai tanggal tersebut, pengajuan visa dan legalisasi konsuler harus dilakukan langsung ke kedutaan di New Delhi atau konsulat jenderal di Mumbai. Misi tersebut juga menegaskan pengecualian pengambilan sidik jari bagi pemohon di bawah 14 tahun, di atas 70 tahun, pemegang paspor diplomatik/resmi, atau pelancong yang sidik jarinya sudah direkam dalam lima tahun terakhir.
China mengalihdayakan penerimaan visa di India ke jaringan CVASC sejak 2008 untuk menstandarisasi dokumen dan mengelola antrean. Pengembalian fungsi ini mencerminkan dua tren yang bertemu: pengurangan pusat visa pihak ketiga secara global oleh Beijing karena alasan keamanan data dan biaya, serta lonjakan permintaan pasca pandemi yang membebani kapasitas penjadwalan operator swasta.
Bagi bisnis India, perubahan ini membawa risiko sekaligus peluang. Di sisi positif, pengajuan langsung dapat mempercepat proses setelah staf kedutaan menambah jam layanan, dan menghilangkan biaya layanan CVASC sebesar INR 1.656 (sekitar USD 20) per aplikasi. Namun, slot janji temu kemungkinan akan terbatas pada minggu-minggu awal, dan pemohon harus melakukan perjalanan ke Delhi atau Mumbai, bukan lagi ke pusat regional seperti Kolkata, Chennai, atau Hyderabad.
Perusahaan dengan perjalanan rutin ke China disarankan segera menjadwalkan pembaruan visa dan mempertimbangkan mengalihkan pelancong yang memenuhi syarat ke skema bebas visa 30 hari yang berlaku hingga 31 Desember 2026. Pengumuman kedutaan ini muncul di tengah meredanya ketegangan diplomatik setelah serangkaian pembicaraan perdagangan tingkat tinggi musim panas lalu. Para analis melihat perubahan administratif ini sebagai langkah membangun kepercayaan: dengan menegaskan kembali kontrol kedaulatan atas data biometrik dan penanganan dokumen, Beijing menunjukkan kepercayaan pada hubungan bilateral sekaligus menyederhanakan proses yang sebelumnya menjadi hambatan.
Secara praktis, manajer perjalanan harus memperbarui panduan karyawan: formulir online tetap harus diisi melalui portal CVASC, tetapi dokumen dan paspor diserahkan ke kedutaan/konsulat. Peralatan pengambilan sidik jari dan kios pembayaran diperkirakan akan dipindahkan ke misi diplomatik pada akhir pekan 26–27 Oktober.
China mengalihdayakan penerimaan visa di India ke jaringan CVASC sejak 2008 untuk menstandarisasi dokumen dan mengelola antrean. Pengembalian fungsi ini mencerminkan dua tren yang bertemu: pengurangan pusat visa pihak ketiga secara global oleh Beijing karena alasan keamanan data dan biaya, serta lonjakan permintaan pasca pandemi yang membebani kapasitas penjadwalan operator swasta.
Bagi bisnis India, perubahan ini membawa risiko sekaligus peluang. Di sisi positif, pengajuan langsung dapat mempercepat proses setelah staf kedutaan menambah jam layanan, dan menghilangkan biaya layanan CVASC sebesar INR 1.656 (sekitar USD 20) per aplikasi. Namun, slot janji temu kemungkinan akan terbatas pada minggu-minggu awal, dan pemohon harus melakukan perjalanan ke Delhi atau Mumbai, bukan lagi ke pusat regional seperti Kolkata, Chennai, atau Hyderabad.
Perusahaan dengan perjalanan rutin ke China disarankan segera menjadwalkan pembaruan visa dan mempertimbangkan mengalihkan pelancong yang memenuhi syarat ke skema bebas visa 30 hari yang berlaku hingga 31 Desember 2026. Pengumuman kedutaan ini muncul di tengah meredanya ketegangan diplomatik setelah serangkaian pembicaraan perdagangan tingkat tinggi musim panas lalu. Para analis melihat perubahan administratif ini sebagai langkah membangun kepercayaan: dengan menegaskan kembali kontrol kedaulatan atas data biometrik dan penanganan dokumen, Beijing menunjukkan kepercayaan pada hubungan bilateral sekaligus menyederhanakan proses yang sebelumnya menjadi hambatan.
Secara praktis, manajer perjalanan harus memperbarui panduan karyawan: formulir online tetap harus diisi melalui portal CVASC, tetapi dokumen dan paspor diserahkan ke kedutaan/konsulat. Peralatan pengambilan sidik jari dan kios pembayaran diperkirakan akan dipindahkan ke misi diplomatik pada akhir pekan 26–27 Oktober.