
Dalam perubahan operasional yang mengejutkan, Komisi Tinggi India di Colombo mengumumkan bahwa mulai 3 November 2025, semua layanan visa, paspor, dan konsuler India di Sri Lanka akan langsung ditangani oleh misi mereka di Colombo, Kandy, dan Jaffna. Kontrak dengan mitra outsourcing IVS Lanka berakhir pada 31 Oktober, memberikan waktu singkat 72 jam bagi pemohon untuk menyesuaikan diri.
Perubahan ini menyusul keluhan para pelancong tentang antrean panjang dan biaya layanan di pusat swasta, serta peningkatan pemeriksaan keamanan setelah ditemukan lonjakan cap masuk India palsu di Bandaranaike International Airport. Dengan membawa kembali pengambilan biometrik dan verifikasi dokumen ke dalam kendali sendiri, New Delhi bertujuan memperketat pengawasan data dan mengurangi penipuan.
Bagi perusahaan India yang memutar staf antara India selatan dan proyek konstruksi Port City di Sri Lanka, transisi ini berarti karyawan harus membuat janji langsung di Komisi Tinggi—slot awal dibatasi 500 per hari. Pejabat menyatakan bahwa layanan tanpa janji tidak akan dilayani; semua pemesanan harus dilakukan melalui portal baru yang mulai aktif pada 1 November.
Operator tur Sri Lanka khawatir tentang waktu proses yang lebih lama selama musim puncak Desember, namun diplomat India menegaskan mereka akan memenuhi waktu penyelesaian dua hari untuk visa turis rutin setelah penambahan loket staf.
Pemohon yang mengajukan berkas melalui IVS Lanka sebelum 31 Oktober akan diproses tanpa perlu mengajukan ulang, tetapi mereka harus mengambil paspor di Komisi Tinggi, bukan di pusat lama di Galle Road.
Perubahan ini menyusul keluhan para pelancong tentang antrean panjang dan biaya layanan di pusat swasta, serta peningkatan pemeriksaan keamanan setelah ditemukan lonjakan cap masuk India palsu di Bandaranaike International Airport. Dengan membawa kembali pengambilan biometrik dan verifikasi dokumen ke dalam kendali sendiri, New Delhi bertujuan memperketat pengawasan data dan mengurangi penipuan.
Bagi perusahaan India yang memutar staf antara India selatan dan proyek konstruksi Port City di Sri Lanka, transisi ini berarti karyawan harus membuat janji langsung di Komisi Tinggi—slot awal dibatasi 500 per hari. Pejabat menyatakan bahwa layanan tanpa janji tidak akan dilayani; semua pemesanan harus dilakukan melalui portal baru yang mulai aktif pada 1 November.
Operator tur Sri Lanka khawatir tentang waktu proses yang lebih lama selama musim puncak Desember, namun diplomat India menegaskan mereka akan memenuhi waktu penyelesaian dua hari untuk visa turis rutin setelah penambahan loket staf.
Pemohon yang mengajukan berkas melalui IVS Lanka sebelum 31 Oktober akan diproses tanpa perlu mengajukan ulang, tetapi mereka harus mengambil paspor di Komisi Tinggi, bukan di pusat lama di Galle Road.