
Qantas memanfaatkan Hari Melbourne Cup pada 4 November untuk meluncurkan penawaran tarif perdana ‘Qantas Explorer’ khusus pasar India, dengan diskon hingga 20% untuk penerbangan domestik tambahan bagi penumpang yang memesan rute India–Australia antara 27 Oktober hingga 26 November. Kampanye ini, yang dijalankan bersama Tourism Australia, menyediakan dua juta kupon diskon yang memungkinkan wisatawan menambahkan beberapa kota di Australia ke tiket jarak jauh mereka dengan tarif kompetitif.
Konsep Explorer ini sudah lama tersedia bagi pelancong dari Eropa dan Amerika Utara, namun ini adalah pertama kalinya Qantas menargetkan India—pasar masuk tercepat berkembang di Australia—dengan versi khusus. Saat ini, maskapai ini melayani rute Bengaluru–Sydney lima kali seminggu dan Delhi–Melbourne tiga kali seminggu; para eksekutif memberi sinyal akan menambah kapasitas jika permintaan meningkat.
Manajer negara Tourism Australia, Nishant Kashikar, mengatakan promosi ini mendorong pengunjung untuk “tinggal lebih lama dan menjelajahi ikon regional seperti Uluru, Kakadu, dan Great Barrier Reef,” sehingga manfaat ekonomi tersebar lebih luas di luar pintu gerbang pantai timur. Bagi pelaku perhotelan dan manajemen destinasi di Australia, penjualan ini menjadi pengisi yang tepat menjelang puncak musim panas selatan.
Dampak korporat: Anak perusahaan Australia di India dapat menggabungkan kunjungan ke beberapa lokasi dalam satu perjalanan, dan universitas yang merekrut di India bisa memanfaatkan penerbangan domestik yang lebih murah untuk tur kampus. Para pelancong harus menyelesaikan semua penerbangan domestik dalam waktu 30 hari setelah kedatangan internasional, dengan ketentuan bagasi normal tetap berlaku.
Konsep Explorer ini sudah lama tersedia bagi pelancong dari Eropa dan Amerika Utara, namun ini adalah pertama kalinya Qantas menargetkan India—pasar masuk tercepat berkembang di Australia—dengan versi khusus. Saat ini, maskapai ini melayani rute Bengaluru–Sydney lima kali seminggu dan Delhi–Melbourne tiga kali seminggu; para eksekutif memberi sinyal akan menambah kapasitas jika permintaan meningkat.
Manajer negara Tourism Australia, Nishant Kashikar, mengatakan promosi ini mendorong pengunjung untuk “tinggal lebih lama dan menjelajahi ikon regional seperti Uluru, Kakadu, dan Great Barrier Reef,” sehingga manfaat ekonomi tersebar lebih luas di luar pintu gerbang pantai timur. Bagi pelaku perhotelan dan manajemen destinasi di Australia, penjualan ini menjadi pengisi yang tepat menjelang puncak musim panas selatan.
Dampak korporat: Anak perusahaan Australia di India dapat menggabungkan kunjungan ke beberapa lokasi dalam satu perjalanan, dan universitas yang merekrut di India bisa memanfaatkan penerbangan domestik yang lebih murah untuk tur kampus. Para pelancong harus menyelesaikan semua penerbangan domestik dalam waktu 30 hari setelah kedatangan internasional, dengan ketentuan bagasi normal tetap berlaku.
Sumber: The Times of India