
Menteri Kepala Assam, Himanta Biswa Sarma, mengumumkan kesepakatan ‘secara prinsip’ dengan VFS Global untuk mendirikan pusat fasilitasi visa di Guwahati, yang melayani lebih dari 60 negara. Langkah ini akan menghindarkan warga timur laut dari perjalanan mahal ke Delhi, Kolkata, atau Mumbai untuk biometrik dan wawancara.
Pusat ini dijadwalkan dibuka awal 2026, menunggu konfirmasi lokasi akhir. Maskapai penerbangan dan agen perjalanan di wilayah tersebut memprediksi kenaikan lalu lintas keluar sebesar 15 persen setelah beroperasi, terutama untuk mobilitas tenaga kerja ke Asia Tenggara dan Teluk.
Bagi pemberi kerja, fasilitas ini mempercepat proses bagi staf proyek yang akan ke luar negeri, dan universitas mengharapkan keberangkatan mahasiswa beasiswa menjadi lebih lancar. VFS menyatakan akan menyediakan slot janji temu di luar jam kerja standar untuk mengakomodasi pelancong dari daerah terpencil.
Pusat ini sejalan dengan kebijakan Act East India, menjadikan Guwahati sebagai pintu gerbang perdagangan lintas batas dengan Bangladesh, Bhutan, dan ASEAN. Operator logistik di bandara kota yang sedang berkembang juga diperkirakan akan mendapat manfaat dari meningkatnya permintaan penerbangan charter.
Pusat ini dijadwalkan dibuka awal 2026, menunggu konfirmasi lokasi akhir. Maskapai penerbangan dan agen perjalanan di wilayah tersebut memprediksi kenaikan lalu lintas keluar sebesar 15 persen setelah beroperasi, terutama untuk mobilitas tenaga kerja ke Asia Tenggara dan Teluk.
Bagi pemberi kerja, fasilitas ini mempercepat proses bagi staf proyek yang akan ke luar negeri, dan universitas mengharapkan keberangkatan mahasiswa beasiswa menjadi lebih lancar. VFS menyatakan akan menyediakan slot janji temu di luar jam kerja standar untuk mengakomodasi pelancong dari daerah terpencil.
Pusat ini sejalan dengan kebijakan Act East India, menjadikan Guwahati sebagai pintu gerbang perdagangan lintas batas dengan Bangladesh, Bhutan, dan ASEAN. Operator logistik di bandara kota yang sedang berkembang juga diperkirakan akan mendapat manfaat dari meningkatnya permintaan penerbangan charter.
Sumber: The Times of India