
Kementerian Dalam Negeri Jerman menyatakan pada hari Jumat bahwa mereka akan "bertindak cepat" setelah Mahkamah Konstitusi Federal mengambil langkah tidak biasa dengan langsung memerintahkan pemerintah untuk segera memutuskan permohonan visa seorang mantan hakim Afghanistan beserta keluarganya, yang telah terdampar di Pakistan selama berbulan-bulan.
Hakim tersebut pernah bekerja di pengadilan anti-teror Afghanistan dan menjatuhkan hukuman kepada anggota Taliban. Ketika Taliban kembali berkuasa pada Agustus 2021, ia melarikan diri bersama istri dan tiga anaknya ke Islamabad, di mana mereka hidup dalam ketidakpastian hukum sejak saat itu. Berlin sebenarnya sudah memasukkan keluarga ini ke dalam program relokasi bagi warga Afghanistan yang berisiko, namun proses di bawah skema tersebut dibekukan awal tahun ini karena tekanan politik domestik untuk membatasi migrasi tidak resmi. Sekitar 2.000 warga Afghanistan lain yang sudah disetujui juga terjebak di Pakistan karena alasan yang sama.
Pada Kamis malam, Mahkamah Konstitusi menggunakan kewenangan daruratnya dengan menyatakan bahwa ancaman deportasi dari Pakistan kembali ke Afghanistan membahayakan nyawa keluarga tersebut secara langsung dan "tidak ada alasan yang cukup untuk menunda proses visa." Mahkamah melewati pengadilan tingkat bawah dan memberikan batas waktu tegas kepada pemerintah untuk mengeluarkan keputusan, dengan alasan "urgensi luar biasa" keluarga tersebut.
Para analis hukum mengatakan putusan ini menjadi pengingat tegas bahwa komitmen kemanusiaan tetap berlaku meskipun terjadi perubahan kebijakan imigrasi. Secara praktis, ini berarti Kementerian Dalam Negeri harus segera menginstruksikan staf konsuler Jerman di Islamabad untuk menyelesaikan proses visa, mengatur perjalanan, dan mengkoordinasikan penerimaan di Jerman—langkah-langkah yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan—dalam hitungan hari.
Bagi perusahaan multinasional, kasus ini menegaskan bahwa tenggat waktu yang ditetapkan pengadilan dapat secara tiba-tiba mempercepat proses visa kemanusiaan atau visa kepentingan khusus yang terhenti. Perusahaan yang mensponsori karyawan atau kontraktor Afghanistan yang berisiko sebaiknya memantau kasus serupa, karena hal ini dapat membuka peluang mendadak bagi aplikasi yang sudah lama tertunda untuk segera diproses.
Hakim tersebut pernah bekerja di pengadilan anti-teror Afghanistan dan menjatuhkan hukuman kepada anggota Taliban. Ketika Taliban kembali berkuasa pada Agustus 2021, ia melarikan diri bersama istri dan tiga anaknya ke Islamabad, di mana mereka hidup dalam ketidakpastian hukum sejak saat itu. Berlin sebenarnya sudah memasukkan keluarga ini ke dalam program relokasi bagi warga Afghanistan yang berisiko, namun proses di bawah skema tersebut dibekukan awal tahun ini karena tekanan politik domestik untuk membatasi migrasi tidak resmi. Sekitar 2.000 warga Afghanistan lain yang sudah disetujui juga terjebak di Pakistan karena alasan yang sama.
Pada Kamis malam, Mahkamah Konstitusi menggunakan kewenangan daruratnya dengan menyatakan bahwa ancaman deportasi dari Pakistan kembali ke Afghanistan membahayakan nyawa keluarga tersebut secara langsung dan "tidak ada alasan yang cukup untuk menunda proses visa." Mahkamah melewati pengadilan tingkat bawah dan memberikan batas waktu tegas kepada pemerintah untuk mengeluarkan keputusan, dengan alasan "urgensi luar biasa" keluarga tersebut.
Para analis hukum mengatakan putusan ini menjadi pengingat tegas bahwa komitmen kemanusiaan tetap berlaku meskipun terjadi perubahan kebijakan imigrasi. Secara praktis, ini berarti Kementerian Dalam Negeri harus segera menginstruksikan staf konsuler Jerman di Islamabad untuk menyelesaikan proses visa, mengatur perjalanan, dan mengkoordinasikan penerimaan di Jerman—langkah-langkah yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan—dalam hitungan hari.
Bagi perusahaan multinasional, kasus ini menegaskan bahwa tenggat waktu yang ditetapkan pengadilan dapat secara tiba-tiba mempercepat proses visa kemanusiaan atau visa kepentingan khusus yang terhenti. Perusahaan yang mensponsori karyawan atau kontraktor Afghanistan yang berisiko sebaiknya memantau kasus serupa, karena hal ini dapat membuka peluang mendadak bagi aplikasi yang sudah lama tertunda untuk segera diproses.
Sumber: Reuters
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Jerman.Lebih Banyak Dari Jerman
Lihat semua
Bundestag Beri Pemerintah Wewenang Tetapkan “Negara Asal Aman” Lewat Keputusan, Percepat Penolakan Suaka
Polisi Federal Jerman Bongkar Sindikat Pernikahan Palsu yang Memfasilitasi Izin Tinggal