
Kehidupan normal di ibu kota Arunachal Pradesh terhenti total pada 9 Desember saat kelompok lokal memberlakukan penutupan dari fajar hingga senja untuk memprotes apa yang mereka sebut sebagai imigrasi ilegal yang tidak terkendali dari wilayah tetangga. Kawasan komersial di sekitar Pasar Ganga, Sekretariat, dan Naharlagun tampak sepi; toko-toko tutup, bus sekolah tidak beroperasi, dan kehadiran di kantor pemerintah sangat minim.
Para penyelenggara, yang dipimpin oleh All Arunachal Students’ Union, menuduh pemerintah negara bagian dan pusat lalai dalam pengelolaan perbatasan dan menuntut penegakan yang lebih ketat terhadap sistem Izin Garis Dalam (Inner Line Permit). Mereka juga menolak keberadaan bangunan keagamaan yang dianggap tidak sah, dengan alasan perubahan demografis mengancam identitas asli negara bagian pegunungan tersebut.
Bagi pelaku usaha, pemogokan ini berarti kerugian penjualan di awal musim puncak wisata. Perusahaan manajemen perjalanan melaporkan pembatalan penerbangan mendadak, sementara manajer proyek asing yang mengawasi kontrak pembangkit listrik tenaga air dan pembangunan jalan disarankan untuk tetap di dalam ruangan. Perusahaan logistik yang mengangkut barang dari Assam ke negara bagian yang terkurung daratan ini mengalami keterlambatan pengiriman hingga 24 jam.
Meski polisi menjaga keamanan dengan ketat, tidak ada insiden serius yang dilaporkan. Namun, briefing keamanan perusahaan yang disebarkan oleh penyedia relokasi mengingatkan para pemberi kerja untuk memasukkan potensi protes mendadak seperti ini dalam penilaian risiko bagi karyawan yang ditempatkan di Timur Laut India, di mana proyek infrastruktur sering melintasi koridor perbatasan yang sensitif.
Para analis mencatat bahwa agitasi ini mencerminkan kecemasan yang lebih luas di beberapa negara bagian perbatasan setelah diberlakukannya Undang-Undang Imigrasi & Orang Asing yang lebih ketat pada tahun 2025. Meskipun undang-undang baru memberikan wewenang lebih besar kepada otoritas untuk menahan dan mendeportasi orang asing tanpa dokumen, komunitas lokal mengatakan pelaksanaannya di lapangan masih belum konsisten.
Para penyelenggara, yang dipimpin oleh All Arunachal Students’ Union, menuduh pemerintah negara bagian dan pusat lalai dalam pengelolaan perbatasan dan menuntut penegakan yang lebih ketat terhadap sistem Izin Garis Dalam (Inner Line Permit). Mereka juga menolak keberadaan bangunan keagamaan yang dianggap tidak sah, dengan alasan perubahan demografis mengancam identitas asli negara bagian pegunungan tersebut.
Bagi pelaku usaha, pemogokan ini berarti kerugian penjualan di awal musim puncak wisata. Perusahaan manajemen perjalanan melaporkan pembatalan penerbangan mendadak, sementara manajer proyek asing yang mengawasi kontrak pembangkit listrik tenaga air dan pembangunan jalan disarankan untuk tetap di dalam ruangan. Perusahaan logistik yang mengangkut barang dari Assam ke negara bagian yang terkurung daratan ini mengalami keterlambatan pengiriman hingga 24 jam.
Meski polisi menjaga keamanan dengan ketat, tidak ada insiden serius yang dilaporkan. Namun, briefing keamanan perusahaan yang disebarkan oleh penyedia relokasi mengingatkan para pemberi kerja untuk memasukkan potensi protes mendadak seperti ini dalam penilaian risiko bagi karyawan yang ditempatkan di Timur Laut India, di mana proyek infrastruktur sering melintasi koridor perbatasan yang sensitif.
Para analis mencatat bahwa agitasi ini mencerminkan kecemasan yang lebih luas di beberapa negara bagian perbatasan setelah diberlakukannya Undang-Undang Imigrasi & Orang Asing yang lebih ketat pada tahun 2025. Meskipun undang-undang baru memberikan wewenang lebih besar kepada otoritas untuk menahan dan mendeportasi orang asing tanpa dokumen, komunitas lokal mengatakan pelaksanaannya di lapangan masih belum konsisten.
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk India.Lebih Banyak Dari India
Lihat semua
Krisis Operasional IndiGo Mengganggu 40.000 Penumpang di Pusat Mumbai, Tingkatkan Risiko Mobilitas bagi Pelancong Bisnis
Kanada Luncurkan Jalur Cepat untuk Status Residensi Permanen bagi Dokter Asing—Dokter India Siap Mendapat Manfaat