
Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada (IRCC) telah mengumumkan batas kuota izin belajar untuk tahun 2026: sebanyak 309.670 “slot” aplikasi akan tersedia secara nasional. Provinsi-provinsi akan menerima alokasi kuota pada bulan Januari dan harus menentukan bagaimana mendistribusikannya ke institusi pendidikan yang ditunjuk (DLI). Mahasiswa yang memerlukan surat pernyataan provinsi (PAL) tidak akan bisa mengajukan aplikasi federal setelah kuota provinsi mereka habis.
Batas kuota ini—yang pertama kali diperkenalkan pada 2024 untuk mengendalikan pertumbuhan pesat penduduk sementara—telah menurunkan jumlah mahasiswa internasional dari lebih dari satu juta menjadi sekitar 725.000. Rencana Tingkat Imigrasi Ottawa 2026–28 bertujuan menurunkan angka tersebut menjadi kurang dari lima persen dari populasi Kanada pada 2027. Di saat yang sama, target penerbitan izin belajar baru akan turun tujuh persen tahun depan menjadi 408.000, dengan hanya 155.000 untuk pemohon pertama kali.
Sekolah bisnis dan perguruan tinggi yang sangat bergantung pada pendaftaran mahasiswa asing kini menghadapi situasi zero-sum: DLI yang merekrut terlalu banyak di awal berisiko menghabiskan kuota provinsi, sehingga menutup peluang bagi pelamar di siklus akhir. Institusi-institusi pun bergegas menetapkan batas waktu penawaran lebih awal, sementara beberapa provinsi memberi sinyal akan memprioritaskan program yang terkait dengan kekurangan tenaga kerja seperti kesehatan dan teknik.
Bagi para pemberi kerja, dampak lanjutan adalah berkurangnya jumlah talenta untuk program kerja magang dan izin kerja pasca-kelulusan (PGWP). Tim mobilitas harus menyesuaikan target rekrutmen lulusan, terutama di sektor yang mengandalkan pemegang PGWP untuk posisi entry-level. Perusahaan yang mensponsori karyawan untuk belajar di Kanada harus memastikan ketersediaan kursi sebelum memberikan dukungan biaya kuliah.
Mahasiswa yang sudah dalam proses harus segera mendapatkan surat penerimaan dan memantau portal PAL provinsi setiap hari. Mereka yang gagal mendapatkan kuota mungkin akan beralih ke Inggris atau Australia, yang keduanya telah mengumumkan kuota lebih longgar untuk 2026. Penasihat imigrasi memperkirakan IRCC akan menerbitkan dashboard pemanfaatan kuota secara real-time pada kuartal kedua 2026, namun memperingatkan bahwa realokasi internal antar provinsi kemungkinan besar tidak akan dilakukan.
Batas kuota ini—yang pertama kali diperkenalkan pada 2024 untuk mengendalikan pertumbuhan pesat penduduk sementara—telah menurunkan jumlah mahasiswa internasional dari lebih dari satu juta menjadi sekitar 725.000. Rencana Tingkat Imigrasi Ottawa 2026–28 bertujuan menurunkan angka tersebut menjadi kurang dari lima persen dari populasi Kanada pada 2027. Di saat yang sama, target penerbitan izin belajar baru akan turun tujuh persen tahun depan menjadi 408.000, dengan hanya 155.000 untuk pemohon pertama kali.
Sekolah bisnis dan perguruan tinggi yang sangat bergantung pada pendaftaran mahasiswa asing kini menghadapi situasi zero-sum: DLI yang merekrut terlalu banyak di awal berisiko menghabiskan kuota provinsi, sehingga menutup peluang bagi pelamar di siklus akhir. Institusi-institusi pun bergegas menetapkan batas waktu penawaran lebih awal, sementara beberapa provinsi memberi sinyal akan memprioritaskan program yang terkait dengan kekurangan tenaga kerja seperti kesehatan dan teknik.
Bagi para pemberi kerja, dampak lanjutan adalah berkurangnya jumlah talenta untuk program kerja magang dan izin kerja pasca-kelulusan (PGWP). Tim mobilitas harus menyesuaikan target rekrutmen lulusan, terutama di sektor yang mengandalkan pemegang PGWP untuk posisi entry-level. Perusahaan yang mensponsori karyawan untuk belajar di Kanada harus memastikan ketersediaan kursi sebelum memberikan dukungan biaya kuliah.
Mahasiswa yang sudah dalam proses harus segera mendapatkan surat penerimaan dan memantau portal PAL provinsi setiap hari. Mereka yang gagal mendapatkan kuota mungkin akan beralih ke Inggris atau Australia, yang keduanya telah mengumumkan kuota lebih longgar untuk 2026. Penasihat imigrasi memperkirakan IRCC akan menerbitkan dashboard pemanfaatan kuota secara real-time pada kuartal kedua 2026, namun memperingatkan bahwa realokasi internal antar provinsi kemungkinan besar tidak akan dilakukan.