
Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) telah meningkatkan tingkat peringatan perjalanan untuk Kamboja dari level hijau terendah menjadi kuning dengan status "Berhati-hatilah Tinggi". Perubahan ini diumumkan pada 29 Desember 2025, menyusul beberapa minggu terjadinya pertukaran artileri sporadis antara pasukan Kamboja dan Thailand di sepanjang perbatasan utara yang disengketakan serta konflik yang kembali terjadi di sekitar kota Battambang. Penyeberangan darat di provinsi terdampak kini telah ditutup, dan tim pembersih ranjau melaporkan peningkatan tajam insiden ranjau yang belum meledak.
Bagi wisatawan dan pelaku bisnis Australia, dampak praktisnya langsung terasa. DFAT kini secara resmi menyarankan agar tidak melakukan perjalanan dalam radius 50 km dari perbatasan Thailand dan menghindari perjalanan yang tidak penting di zona penyangga selanjutnya sejauh 30 km yang mencakup pusat wisata populer di Provinsi Siem Reap. Warga Australia yang sudah berada di Kamboja diminta untuk memantau media lokal, mendaftarkan keberadaan mereka melalui Smartraveller, dan menyiapkan rencana darurat jika bandara atau jalan utama tiba-tiba ditutup. Perusahaan asuransi perjalanan juga mengonfirmasi bahwa klaim yang timbul di zona merah “jangan bepergian” kemungkinan besar tidak akan diterima, menegaskan pentingnya perencanaan rute perjalanan.
Peringatan ini juga menyoroti memburuknya situasi keamanan dalam negeri Kamboja. Kejahatan jalanan dan insiden minuman yang diberi obat berbahaya meningkat di Phnom Penh, sementara obat-obatan palsu dan kebangkitan kasus flu burung H5N1 menambah risiko kesehatan. DFAT memperingatkan kemungkinan serangan teroris atau bermotif politik, terutama di sekitar kerumunan besar seperti lomba lari setengah maraton tahunan Angkor Wat, dan mengingatkan bahwa otoritas setempat dapat menahan dan mendeportasi warga asing yang ikut serta dalam protes.
Bagi perusahaan yang memiliki staf ekspatriat di Kamboja, panduan baru ini memicu kewajiban perlindungan karyawan. Manajer risiko harus meninjau rencana evakuasi, memastikan pekerja menghindari provinsi terdampak, dan memverifikasi bahwa cakupan evakuasi medis mencakup penutupan perbatasan darat. Perusahaan yang mengirim barang melalui pelabuhan atau jalur truk di Kamboja menuju Thailand mungkin menghadapi penundaan beberapa hari dan premi asuransi yang lebih tinggi.
Meskipun peringatan ini belum melarang perjalanan sepenuhnya, ini merupakan peringatan paling tegas untuk Kamboja sejak 2011 dan mencerminkan sikap Australia yang semakin berhati-hati terhadap titik panas regional yang tidak stabil. DFAT menyatakan bahwa nasihat ini akan terus “dipantau secara ketat”, menandakan kemungkinan peningkatan atau penurunan tingkat peringatan yang cepat pada awal tahun baru.
Bagi wisatawan dan pelaku bisnis Australia, dampak praktisnya langsung terasa. DFAT kini secara resmi menyarankan agar tidak melakukan perjalanan dalam radius 50 km dari perbatasan Thailand dan menghindari perjalanan yang tidak penting di zona penyangga selanjutnya sejauh 30 km yang mencakup pusat wisata populer di Provinsi Siem Reap. Warga Australia yang sudah berada di Kamboja diminta untuk memantau media lokal, mendaftarkan keberadaan mereka melalui Smartraveller, dan menyiapkan rencana darurat jika bandara atau jalan utama tiba-tiba ditutup. Perusahaan asuransi perjalanan juga mengonfirmasi bahwa klaim yang timbul di zona merah “jangan bepergian” kemungkinan besar tidak akan diterima, menegaskan pentingnya perencanaan rute perjalanan.
Peringatan ini juga menyoroti memburuknya situasi keamanan dalam negeri Kamboja. Kejahatan jalanan dan insiden minuman yang diberi obat berbahaya meningkat di Phnom Penh, sementara obat-obatan palsu dan kebangkitan kasus flu burung H5N1 menambah risiko kesehatan. DFAT memperingatkan kemungkinan serangan teroris atau bermotif politik, terutama di sekitar kerumunan besar seperti lomba lari setengah maraton tahunan Angkor Wat, dan mengingatkan bahwa otoritas setempat dapat menahan dan mendeportasi warga asing yang ikut serta dalam protes.
Bagi perusahaan yang memiliki staf ekspatriat di Kamboja, panduan baru ini memicu kewajiban perlindungan karyawan. Manajer risiko harus meninjau rencana evakuasi, memastikan pekerja menghindari provinsi terdampak, dan memverifikasi bahwa cakupan evakuasi medis mencakup penutupan perbatasan darat. Perusahaan yang mengirim barang melalui pelabuhan atau jalur truk di Kamboja menuju Thailand mungkin menghadapi penundaan beberapa hari dan premi asuransi yang lebih tinggi.
Meskipun peringatan ini belum melarang perjalanan sepenuhnya, ini merupakan peringatan paling tegas untuk Kamboja sejak 2011 dan mencerminkan sikap Australia yang semakin berhati-hati terhadap titik panas regional yang tidak stabil. DFAT menyatakan bahwa nasihat ini akan terus “dipantau secara ketat”, menandakan kemungkinan peningkatan atau penurunan tingkat peringatan yang cepat pada awal tahun baru.
Sumber: Smartraveller – DFAT