
Prefektur Italia telah mengumumkan paket keamanan tanpa preceden untuk tanggal 31 Desember 2025 yang akan memengaruhi baik penduduk lokal maupun pelancong bisnis yang berkunjung. Ansa melaporkan bahwa kehadiran di konser Circus Maximus di Roma akan dibatasi maksimal 40.000 orang, dengan pengunjung diarahkan melalui gerbang detektor logam ala bandara dan pelarangan botol kaca, aerosol, serta semprotan merica. Piazza Duomo di Milan akan dipagari dengan 17 titik akses dan batas maksimal 4.500 orang, sementara Venesia, Napoli, dan Bologna akan memberlakukan kontrol perimeter serupa di sekitar alun-alun utama mereka.
Meskipun diklaim sebagai langkah anti-teror dan keselamatan kerumunan, aturan ini pada dasarnya menciptakan kontrol perbatasan internal sementara di dalam batas kota. Pengusaha yang memiliki karyawan di Italia selama liburan harus mencatat bahwa penurunan penumpang dengan layanan ride-hail di dekat zona terbatas akan sulit dilakukan secara mendadak, dan stasiun transportasi umum mungkin ditutup lebih awal setelah kapasitas tercapai.
Kementerian Dalam Negeri juga menegaskan kembali larangan nasional terhadap kembang api pribadi; pelanggar dapat dikenai denda hingga €500 dan penyitaan alat. Hotel yang berada di dalam area terbatas harus menyerahkan daftar tamu kepada polisi paling lambat pukul 18:00 tanggal 30 Desember. Tim risiko perjalanan disarankan menghubungi penyedia akomodasi untuk mengonfirmasi prosedur masuk dan mengingatkan karyawan agar selalu membawa dokumen identitas. Regulasi UE 2016/399 (Kode Perbatasan Schengen) memperbolehkan langkah-langkah terarah seperti ini selama bersifat sementara dan proporsional, dan otoritas kota menegaskan bahwa pembatasan akan dicabut pada fajar 1 Januari 2026.
Bagi manajer mobilitas global, hal penting yang perlu diingat adalah bahwa pergerakan domestik pun dapat memicu kewajiban duty-of-care ketika pemerintah kota memberlakukan peraturan pengendalian kerumunan. Perusahaan disarankan mengirimkan peringatan SMS, memesan transfer bandara di luar zona merah sebelumnya, dan memastikan pelancong mengunduh aplikasi Protezione Civile IT-Alert untuk pembaruan waktu nyata.
Meskipun diklaim sebagai langkah anti-teror dan keselamatan kerumunan, aturan ini pada dasarnya menciptakan kontrol perbatasan internal sementara di dalam batas kota. Pengusaha yang memiliki karyawan di Italia selama liburan harus mencatat bahwa penurunan penumpang dengan layanan ride-hail di dekat zona terbatas akan sulit dilakukan secara mendadak, dan stasiun transportasi umum mungkin ditutup lebih awal setelah kapasitas tercapai.
Kementerian Dalam Negeri juga menegaskan kembali larangan nasional terhadap kembang api pribadi; pelanggar dapat dikenai denda hingga €500 dan penyitaan alat. Hotel yang berada di dalam area terbatas harus menyerahkan daftar tamu kepada polisi paling lambat pukul 18:00 tanggal 30 Desember. Tim risiko perjalanan disarankan menghubungi penyedia akomodasi untuk mengonfirmasi prosedur masuk dan mengingatkan karyawan agar selalu membawa dokumen identitas. Regulasi UE 2016/399 (Kode Perbatasan Schengen) memperbolehkan langkah-langkah terarah seperti ini selama bersifat sementara dan proporsional, dan otoritas kota menegaskan bahwa pembatasan akan dicabut pada fajar 1 Januari 2026.
Bagi manajer mobilitas global, hal penting yang perlu diingat adalah bahwa pergerakan domestik pun dapat memicu kewajiban duty-of-care ketika pemerintah kota memberlakukan peraturan pengendalian kerumunan. Perusahaan disarankan mengirimkan peringatan SMS, memesan transfer bandara di luar zona merah sebelumnya, dan memastikan pelancong mengunduh aplikasi Protezione Civile IT-Alert untuk pembaruan waktu nyata.
Sumber: ANSA English Service