1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Republik Rakyat Cina
  4. /
  5. Rezim Bebas Visa Baru Turki Picu Gelombang Pemesanan dari Tiongkok

Rezim Bebas Visa Baru Turki Picu Gelombang Pemesanan dari Tiongkok

Jan 7, 2026
·
Rezim Bebas Visa Baru Turki Picu Gelombang Pemesanan dari Tiongkok
Turki secara resmi menghapus persyaratan visa turis dan transit bagi pemegang paspor biasa Tiongkok, memungkinkan mereka tinggal hingga 90 hari dalam periode 180 hari. Keputusan ini, yang disahkan pada 2 Januari dan dikonfirmasi oleh Kementerian Dalam Negeri Turki pada 6 Januari, langsung menghilangkan hambatan terbesar bagi wisatawan dan pelaku bisnis Tiongkok.

Respons dari industri pun cepat. Agen perjalanan online besar seperti Trip.com dan Fliggy melaporkan lonjakan pencarian di Antalya, Cappadocia, dan Istanbul hingga tiga kali lipat dalam 48 jam setelah pengumuman, sementara China Southern dan Hainan Airlines mengumumkan peningkatan kapasitas beberapa penerbangan Beijing-Istanbul dan Guangzhou-Istanbul menjelang puncak Tahun Baru Imlek. Operator inbound besar, termasuk Ligarba Travel yang berbasis di Istanbul, mengatakan pemesanan untuk periode Maret – Mei sudah “jauh di atas” level 2019.

Rezim Bebas Visa Baru Turki Picu Gelombang Pemesanan dari Tiongkok


Tiongkok merupakan pasar sumber jarak jauh dengan pertumbuhan tercepat bagi Turki sebelum pandemi, namun jumlah pengunjung anjlok setelah 2020. Kebijakan baru ini diperkirakan akan mengembalikan tren positif tersebut. Para pengelola hotel Turki memperkirakan setiap pengunjung Tiongkok menginap rata-rata sembilan malam dan menghabiskan sekitar US$1.800—hampir dua kali lipat rata-rata pengunjung Eropa—menjadikan segmen ini sangat strategis saat Turki menargetkan pendapatan pariwisata sebesar US$60 miliar pada 2026.

Bagi manajer mobilitas korporat, penghapusan visa ini menghilangkan waktu tunggu untuk perjalanan bisnis dan menghapus biaya konsuler. Perusahaan dengan staf di Tiongkok tetap disarankan agar para pelancong membawa bukti akomodasi, tiket pulang, dan dana yang cukup, karena petugas perbatasan Turki mungkin akan memeriksanya. Pelancong yang berencana melanjutkan perjalanan ke Wilayah Schengen juga harus memastikan memiliki visa yang diperlukan karena penghapusan visa Turki tidak berlaku untuk masuk Schengen.

Para analis melihat langkah ini sebagai bagian dari pendekatan yang lebih luas: kedua negara merayakan ulang tahun ke-55 hubungan diplomatik tahun ini, dan Ankara berharap kemudahan hubungan antarwarga akan mempercepat penyelesaian perdagangan dalam mata uang RMB serta investasi Tiongkok di sektor logistik dan energi Turki.
Sumber: Xinhua

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Republik Rakyat Cina.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×