
Sebuah gugus tugas antar-departemen mengonfirmasi bahwa 950.000 pelancong memasuki Hong Kong antara Malam Tahun Baru dan 4 Januari—naik 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penduduk daratan Tiongkok mencapai 740.000 kedatangan (naik 48%), didorong oleh keputusan Beijing yang memberikan libur umum selama tiga hari. Kedatangan non-daratan meningkat 19 persen menjadi 210.000.
Untuk mengatasi lonjakan ini, Departemen Imigrasi memperpanjang jam operasional di Lo Wu dan Shenzhen Bay hingga pukul 2 pagi, membuka 300 jalur e-Channel tambahan di pelabuhan darat dan laut, serta mengaktifkan kembali Pusat Pemantauan & Dukungan Darurat. Kamera pengelolaan kerumunan yang terhubung ke dashboard AI memungkinkan petugas mengatur arus penumpang secara dinamis. Meski terjadi lonjakan, waktu penyelesaian rata-rata di pelabuhan darat tetap di bawah 25 menit, menghindari kemacetan parah seperti yang terjadi pada 2024.
Lonjakan pariwisata ini menjadi angin segar bagi para pengelola hotel yang mengalami tingkat hunian rendah pada hari kerja musim gugur lalu. Asosiasi Hotel Hong Kong melaporkan tingkat hunian rata-rata 88% selama periode tersebut, dengan tarif harian rata-rata (ADR) naik 22% secara tahunan. Jumlah pengunjung ritel di Causeway Bay melonjak 30%, menurut konsultan properti C&W.
Manajer perjalanan perlu mencatat bahwa jam operasional yang diperpanjang secara ad-hoc mungkin akan kembali diterapkan selama periode Tahun Baru Imlek 9–17 Februari. Perusahaan yang mengirim staf ke atau dari Kawasan Teluk Besar harus mempertimbangkan kemungkinan jadwal kereta larut malam dan mengingatkan pelancong bahwa kode QR Smart Departure kini wajib digunakan di terminal laut.
Untuk mengatasi lonjakan ini, Departemen Imigrasi memperpanjang jam operasional di Lo Wu dan Shenzhen Bay hingga pukul 2 pagi, membuka 300 jalur e-Channel tambahan di pelabuhan darat dan laut, serta mengaktifkan kembali Pusat Pemantauan & Dukungan Darurat. Kamera pengelolaan kerumunan yang terhubung ke dashboard AI memungkinkan petugas mengatur arus penumpang secara dinamis. Meski terjadi lonjakan, waktu penyelesaian rata-rata di pelabuhan darat tetap di bawah 25 menit, menghindari kemacetan parah seperti yang terjadi pada 2024.
Lonjakan pariwisata ini menjadi angin segar bagi para pengelola hotel yang mengalami tingkat hunian rendah pada hari kerja musim gugur lalu. Asosiasi Hotel Hong Kong melaporkan tingkat hunian rata-rata 88% selama periode tersebut, dengan tarif harian rata-rata (ADR) naik 22% secara tahunan. Jumlah pengunjung ritel di Causeway Bay melonjak 30%, menurut konsultan properti C&W.
Manajer perjalanan perlu mencatat bahwa jam operasional yang diperpanjang secara ad-hoc mungkin akan kembali diterapkan selama periode Tahun Baru Imlek 9–17 Februari. Perusahaan yang mengirim staf ke atau dari Kawasan Teluk Besar harus mempertimbangkan kemungkinan jadwal kereta larut malam dan mengingatkan pelancong bahwa kode QR Smart Departure kini wajib digunakan di terminal laut.
Sumber: VisaHQ Global Mobility News