
Pos Pemeriksaan Perbatasan Hong Kong diuji selama liburan Tahun Baru yang diperpanjang di daratan pada 1–3 Januari, namun data dari Departemen Imigrasi menunjukkan sistem kini beroperasi hampir seperti sebelum pandemi. Dalam 72 jam, tercatat total 3,2 juta pergerakan penumpang—1,63 juta kedatangan dan 1,57 juta keberangkatan.
Lo Wu (620.000 pergerakan) dan Lok Ma Chau/Futian (570.000) kembali menjadi titik utama perbatasan, sementara bandara, terminal feri, dan jembatan melengkapi total tersebut.
Para pejabat mengaitkan tiga perubahan yang membuat waktu proses imigrasi rata-rata tetap di bawah 20 menit meski terjadi lonjakan. Pertama, tambahan kereta antar kota MTR disubsidi lewat Skema Fasilitasi Transportasi Kawasan Teluk Besar, menambah 18.000 kursi per hari di jalur East Rail. Kedua, semua jalur e-Channel di pelabuhan darat tersibuk dibuka 24 jam; gerbang “QR-e-Channel” tanpa kontak yang baru dipasang memungkinkan penduduk Hong Kong yang sudah divaksinasi lengkap melewati imigrasi dalam waktu kurang dari 20 detik. Ketiga, “marshal imigrasi” keliling mengarahkan penumpang ke antrean tercepat, praktik yang diadopsi dari bandara Changi dan Schiphol.
Bagi pelaku bisnis, pelajaran jelas: infrastruktur fisik mungkin tidak berubah, tapi kapasitas digital meningkat signifikan. Perusahaan yang mengatur shuttle staf antara taman teknologi Shenzhen dan kantor pusat Hong Kong kini bisa menjadwalkan pertemuan di hari yang sama tanpa perlu buffer waktu 90 menit seperti yang biasa dilakukan selama 2023–24. Waktu transfer bandara juga membaik; Cathay Pacific melaporkan 89 persen penumpang transitnya tersambung dalam 60 menit selama liburan.
Data ini menegaskan tekad Hong Kong untuk membangun kembali perannya sebagai pusat penerbangan dan layanan profesional Kawasan Teluk Besar. Dengan volume penumpang kini mencapai 85 persen dari level 2019, analis memperkirakan kota ini akan pulih sepenuhnya pada Golden Week Mei—dua kuartal lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Hal ini diperkirakan akan langsung berdampak pada tingkat hunian hotel, pemesanan MICE, dan persetujuan penugasan ekspatriat selama siklus anggaran musim semi.
Secara praktis, manajer mobilitas sebaiknya memperbarui kebijakan perjalanan untuk menyesuaikan proses imigrasi yang lebih cepat: ingatkan staf untuk mengaktifkan fitur kode QR di aplikasi Imigrasi, mendaftar sidik jari jika belum bepergian baru-baru ini, dan bersiap menghadapi pemeriksaan acak saat otoritas menyesuaikan sistem tanpa kontak. Tim sumber daya manusia juga perlu meninjau ulang asumsi per diem; perjalanan Shenzhen–Hong Kong yang biasanya memakan dua malam pada 2024 kini sering bisa diselesaikan dalam satu hari pada 2026.
Lo Wu (620.000 pergerakan) dan Lok Ma Chau/Futian (570.000) kembali menjadi titik utama perbatasan, sementara bandara, terminal feri, dan jembatan melengkapi total tersebut.
Para pejabat mengaitkan tiga perubahan yang membuat waktu proses imigrasi rata-rata tetap di bawah 20 menit meski terjadi lonjakan. Pertama, tambahan kereta antar kota MTR disubsidi lewat Skema Fasilitasi Transportasi Kawasan Teluk Besar, menambah 18.000 kursi per hari di jalur East Rail. Kedua, semua jalur e-Channel di pelabuhan darat tersibuk dibuka 24 jam; gerbang “QR-e-Channel” tanpa kontak yang baru dipasang memungkinkan penduduk Hong Kong yang sudah divaksinasi lengkap melewati imigrasi dalam waktu kurang dari 20 detik. Ketiga, “marshal imigrasi” keliling mengarahkan penumpang ke antrean tercepat, praktik yang diadopsi dari bandara Changi dan Schiphol.
Bagi pelaku bisnis, pelajaran jelas: infrastruktur fisik mungkin tidak berubah, tapi kapasitas digital meningkat signifikan. Perusahaan yang mengatur shuttle staf antara taman teknologi Shenzhen dan kantor pusat Hong Kong kini bisa menjadwalkan pertemuan di hari yang sama tanpa perlu buffer waktu 90 menit seperti yang biasa dilakukan selama 2023–24. Waktu transfer bandara juga membaik; Cathay Pacific melaporkan 89 persen penumpang transitnya tersambung dalam 60 menit selama liburan.
Data ini menegaskan tekad Hong Kong untuk membangun kembali perannya sebagai pusat penerbangan dan layanan profesional Kawasan Teluk Besar. Dengan volume penumpang kini mencapai 85 persen dari level 2019, analis memperkirakan kota ini akan pulih sepenuhnya pada Golden Week Mei—dua kuartal lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Hal ini diperkirakan akan langsung berdampak pada tingkat hunian hotel, pemesanan MICE, dan persetujuan penugasan ekspatriat selama siklus anggaran musim semi.
Secara praktis, manajer mobilitas sebaiknya memperbarui kebijakan perjalanan untuk menyesuaikan proses imigrasi yang lebih cepat: ingatkan staf untuk mengaktifkan fitur kode QR di aplikasi Imigrasi, mendaftar sidik jari jika belum bepergian baru-baru ini, dan bersiap menghadapi pemeriksaan acak saat otoritas menyesuaikan sistem tanpa kontak. Tim sumber daya manusia juga perlu meninjau ulang asumsi per diem; perjalanan Shenzhen–Hong Kong yang biasanya memakan dua malam pada 2024 kini sering bisa diselesaikan dalam satu hari pada 2026.
Sumber: VisaHQ Global Mobility News
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Hong Kong.Lebih Banyak Dari Hong Kong
Lihat semua
Jumlah pengunjung yang datang ke Hong Kong selama akhir pekan Tahun Baru mencapai 950.000, naik 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Departemen Imigrasi Catat 5,4 Juta Perjalanan Selama Periode Tahun Baru Lima Hari, Tanda Pemulihan Penuh