
Kedutaan Besar Filipina di Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal di Dubai telah mengumumkan jadwal operasional selama Ramadan, yang berlaku mulai awal bulan suci yang diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026. Menurut pengumuman yang dirilis pada 14 Februari, layanan publik—termasuk perpanjangan paspor, pendaftaran catatan sipil, dan pemrosesan visa untuk anggota keluarga pendamping—akan beroperasi dari pukul 07:30 hingga 14:30 pada hari Senin hingga Kamis, dan dari pukul 07:30 hingga 12:00 pada hari Jumat.
Warga Filipina yang membutuhkan bantuan darurat di luar jam operasional dapat menghubungi hotline khusus untuk urusan konsuler (+971 4 220 7100) atau masalah hak tenaga kerja (+971 50 652 6626). Jadwal normal akan kembali berlaku setelah Idul Fitri. Pengumuman ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Sumber Daya Manusia dan Emiratisasi UAE yang mengurangi jam kerja sektor swasta selama Ramadan sebanyak dua jam setiap hari.
Bagi sekitar 700.000 warga Filipina yang tinggal di UAE—serta perusahaan yang mensponsori visa mereka—pengurangan jam operasional ini berarti slot janji temu untuk perpanjangan paspor, notarisasi kontrak, dan pemrosesan Surat Keterangan Kerja Luar Negeri (OEC) menjadi lebih terbatas. Tim HR dan mobilitas global disarankan untuk mendorong karyawan agar memesan janji temu lebih awal melalui sistem online kedutaan guna menghindari keterlambatan yang dapat mengganggu rencana perjalanan.
Perusahaan yang mengatur cuti bergilir selama Ramadan juga harus memperhitungkan waktu tutup lebih awal di kantor pekerja migran konsulat saat mengoordinasikan izin keluar dan verifikasi kontrak. Kedutaan menyatakan akan memantau permintaan dan mungkin menambah kuota janji temu jika terjadi kepadatan pada musim puncak.
Warga Filipina yang membutuhkan bantuan darurat di luar jam operasional dapat menghubungi hotline khusus untuk urusan konsuler (+971 4 220 7100) atau masalah hak tenaga kerja (+971 50 652 6626). Jadwal normal akan kembali berlaku setelah Idul Fitri. Pengumuman ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Sumber Daya Manusia dan Emiratisasi UAE yang mengurangi jam kerja sektor swasta selama Ramadan sebanyak dua jam setiap hari.
Bagi sekitar 700.000 warga Filipina yang tinggal di UAE—serta perusahaan yang mensponsori visa mereka—pengurangan jam operasional ini berarti slot janji temu untuk perpanjangan paspor, notarisasi kontrak, dan pemrosesan Surat Keterangan Kerja Luar Negeri (OEC) menjadi lebih terbatas. Tim HR dan mobilitas global disarankan untuk mendorong karyawan agar memesan janji temu lebih awal melalui sistem online kedutaan guna menghindari keterlambatan yang dapat mengganggu rencana perjalanan.
Perusahaan yang mengatur cuti bergilir selama Ramadan juga harus memperhitungkan waktu tutup lebih awal di kantor pekerja migran konsulat saat mengoordinasikan izin keluar dan verifikasi kontrak. Kedutaan menyatakan akan memantau permintaan dan mungkin menambah kuota janji temu jika terjadi kepadatan pada musim puncak.
Sumber: Gulf News