
Perbatasan Hong Kong dipadati pada 16 Februari saat daratan Tiongkok memulai liburan Festival Musim Semi selama sembilan hari. Data pemerintah menunjukkan 377.000 kedatangan pengunjung hingga pukul 9 malam, sebagian besar melalui pos pemeriksaan Shenzhen. Sekretaris Keuangan Paul Chan memprediksi total 1,43 juta perjalanan dari daratan ke kota selama periode tersebut—naik 6 persen dibanding 2025—berkat jam operasional yang diperpanjang di Lo Wu, layanan 24 jam di Jembatan Hong Kong–Zhuhai–Macao, serta rangkaian parade Tahun Baru, kembang api, dan balap kuda yang padat.
Lonjakan ini menjadi ujian besar pertama bagi infrastruktur lintas batas Hong Kong yang telah dibangun ulang sejak perjalanan tanpa karantina sepenuhnya dilanjutkan tahun lalu. Operator transportasi menambah 10 persen armada bus di koridor Shenzhen–Tsim Sha Tsui, sementara MTR Corp mengoperasikan kereta malam selama tiga malam festival pertama untuk mengatasi kerumunan puncak. Pemilik pusat perbelanjaan di Harbour City dan IFC Mall melaporkan jumlah pengunjung sudah melampaui angka dasar 2019, menumbuhkan harapan bahwa belanja barang mewah bebas pajak akan kembali meningkat.
Bagi pengelola mobilitas, lonjakan ini berarti antrean lebih panjang di pos pemeriksaan darat dan kemungkinan kenaikan tarif hotel. Perusahaan yang mengirim staf ke Hong Kong minggu ini disarankan memesan akomodasi jauh-jauh hari dan mengimbau para pelancong menggunakan stasiun kereta cepat West Kowloon yang masih kurang dimanfaatkan atau menyeberang lewat jembatan untuk menghindari kemacetan di Lo Wu. Pengusaha juga harus mengingatkan bahwa deklarasi elektronik barang kini wajib bagi siapa saja yang membawa sampel komersial.
Pihak berwenang telah menambah 1.200 petugas polisi dan imigrasi untuk mengatur pengendalian kerumunan. Dewan Pariwisata Hong Kong memperkirakan kedatangan harian akan tetap di atas 300.000 hingga Pekan Emas berakhir pada 23 Februari, setelah itu volume lintas batas biasanya turun setengahnya.
Dari sisi kebijakan, angka kuat ini menguatkan keputusan Beijing baru-baru ini untuk mempertahankan pembebasan visa sepihak bagi 45 negara dan memperluas kelayakan e-gate bagi penduduk Guangdong yang masuk Hong Kong. Perencana regional akan memantau apakah peningkatan ini berlanjut menjadi perjalanan akhir pekan yang stabil setelah demam festival mereda.
Lonjakan ini menjadi ujian besar pertama bagi infrastruktur lintas batas Hong Kong yang telah dibangun ulang sejak perjalanan tanpa karantina sepenuhnya dilanjutkan tahun lalu. Operator transportasi menambah 10 persen armada bus di koridor Shenzhen–Tsim Sha Tsui, sementara MTR Corp mengoperasikan kereta malam selama tiga malam festival pertama untuk mengatasi kerumunan puncak. Pemilik pusat perbelanjaan di Harbour City dan IFC Mall melaporkan jumlah pengunjung sudah melampaui angka dasar 2019, menumbuhkan harapan bahwa belanja barang mewah bebas pajak akan kembali meningkat.
Bagi pengelola mobilitas, lonjakan ini berarti antrean lebih panjang di pos pemeriksaan darat dan kemungkinan kenaikan tarif hotel. Perusahaan yang mengirim staf ke Hong Kong minggu ini disarankan memesan akomodasi jauh-jauh hari dan mengimbau para pelancong menggunakan stasiun kereta cepat West Kowloon yang masih kurang dimanfaatkan atau menyeberang lewat jembatan untuk menghindari kemacetan di Lo Wu. Pengusaha juga harus mengingatkan bahwa deklarasi elektronik barang kini wajib bagi siapa saja yang membawa sampel komersial.
Pihak berwenang telah menambah 1.200 petugas polisi dan imigrasi untuk mengatur pengendalian kerumunan. Dewan Pariwisata Hong Kong memperkirakan kedatangan harian akan tetap di atas 300.000 hingga Pekan Emas berakhir pada 23 Februari, setelah itu volume lintas batas biasanya turun setengahnya.
Dari sisi kebijakan, angka kuat ini menguatkan keputusan Beijing baru-baru ini untuk mempertahankan pembebasan visa sepihak bagi 45 negara dan memperluas kelayakan e-gate bagi penduduk Guangdong yang masuk Hong Kong. Perencana regional akan memantau apakah peningkatan ini berlanjut menjadi perjalanan akhir pekan yang stabil setelah demam festival mereda.
Sumber: Xinhua