600 Pengemudi Guangdong Masuk Hong Kong Lewat Skema Mobil Pribadi Arah Selatan Baru
Ledakan Berkemah Tahun Baru Imlek Picu Seruan Pembatasan Pengunjung di Situs Alam Hong Kong
Bea Cukai Gagalkan Penumpang Bangkok Bawa 3 Kg Ganja di Bandara Hong Kong
Berita Terbaru
Terminal 2 HKIA yang telah direnovasi akan dibuka pada Mei, targetkan 15 juta penumpang pada 2026
Bandara Internasional Hong Kong mengonfirmasi bahwa Terminal 2 yang telah direnovasi akan dibuka pada 27 Mei 2026 dan diperkirakan akan melayani 15 juta penumpang tahun ini. Lima belas maskapai, terutama yang berbiaya rendah, akan pindah ke terminal ini, sehingga mengurangi beban di Terminal 1 dan mempercepat proses berkat teknologi swalayan yang luas. Kapasitas tambahan ini mendukung pertumbuhan perjalanan bisnis dan wisata pasca pandemi serta memperkuat peran Hong Kong sebagai pusat mobilitas regional.
Perjalanan ke Luar Negeri Capai 1,44 Juta Perjalanan dalam Empat Hari Pertama Tahun Baru Imlek
Warga Hong Kong melakukan 1,44 juta keberangkatan antara 16 dan 19 Februari, meningkat 20 persen dibandingkan tahun 2019, menandakan pemulihan penuh dalam perjalanan rekreasi dan keluarga ke luar negeri. Namun, jumlah pengunjung yang datang masih tertinggal, dengan kedatangan dari daratan utama turun hampir 13 persen, menunjukkan kota ini masih menghadapi defisit pariwisata. Tim mobilitas harus bersiap menghadapi lonjakan kapasitas di musim puncak, sementara pemerintah meningkatkan kampanye untuk menarik pengunjung bisnis dan rekreasi.
Kedatangan Pengunjung Meningkat 10% pada Hari Pertama Tahun Baru Imlek, Mengangkat Pariwisata Hong Kong
Data imigrasi yang dianalisis oleh Travel and Tour World menunjukkan kenaikan 10 persen secara tahunan dalam kedatangan pengunjung pada hari pertama Tahun Baru Imlek 2026, dengan wisatawan dari daratan Tiongkok mendominasi arus tersebut. Proses e-Channel yang lebih cepat serta penambahan kapasitas kereta dan penerbangan membantu mengelola lonjakan ini, mendorong kinerja hotel dan ritel yang kuat. Pemulihan ini menghadirkan peluang sekaligus tekanan biaya bagi perusahaan yang memindahkan staf masuk dan keluar Hong Kong.