
Misi Diplomatik AS di Nigeria mengumumkan pada 5 Maret 2026 bahwa semua janji temu visa non-imigran dan Layanan Warga Amerika (ACS) yang dijadwalkan pada 4 dan 5 Maret dipindahkan ke minggu tanggal 9 Maret karena protes yang diperkirakan akan terjadi di Abuja. Misi tersebut mengimbau pemohon untuk memantau email dan portal Visa Navigator untuk slot baru serta memperingatkan bahwa layanan rutin akan tetap ditangguhkan sampai kondisi keamanan membaik. Penutupan ini menyoroti meningkatnya ketidakstabilan yang dihadapi operasi konsuler AS di seluruh dunia setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran pada 28 Februari. Kedutaan di seluruh Timur Tengah dan beberapa bagian Afrika berada dalam status siaga tinggi, dan banyak yang telah memberlakukan “keberangkatan yang diizinkan” bagi anggota keluarga. Penutupan di Abuja merupakan penghentian layanan pertama di Afrika yang terkait dengan konflik ini, dan menyoroti dampak lanjutan bagi program mobilitas yang menggunakan Nigeria sebagai pusat regional.
Bagi perusahaan AS dan penyedia relokasi, tugas utama saat ini adalah mengelola kasus penugasan dan tanggungan. Pemohon dengan kebutuhan perjalanan mendesak dapat meminta penjadwalan ulang yang dipercepat, namun kapasitas terbatas karena slot tanpa wawancara sudah penuh hingga April. Perusahaan harus bersiap menghadapi penundaan berantai: pemeriksaan medis, biometrik, dan laporan kepolisian seringkali kedaluwarsa jika wawancara ditunda lebih dari 90 hari. Kedutaan menyatakan prioritas akan diberikan kepada pelajar F-1 yang menghadapi tanggal mulai program, keadaan darurat medis, dan kru proyek energi utama di Delta Niger. Manajer mobilitas korporat kini mengalihkan pemohon H-1B dan L-1 ke Lagos atau bahkan Accra, namun waktu tunggu janji temu di sana melebihi 120 hari. Para ahli kebijakan memperingatkan jika protes semakin intens, penutupan tambahan di seluruh Afrika Barat bisa terjadi, yang akan semakin mempersulit penempatan tenaga kerja di sektor minyak, gas, dan fintech di wilayah tersebut.
Bagi perusahaan AS dan penyedia relokasi, tugas utama saat ini adalah mengelola kasus penugasan dan tanggungan. Pemohon dengan kebutuhan perjalanan mendesak dapat meminta penjadwalan ulang yang dipercepat, namun kapasitas terbatas karena slot tanpa wawancara sudah penuh hingga April. Perusahaan harus bersiap menghadapi penundaan berantai: pemeriksaan medis, biometrik, dan laporan kepolisian seringkali kedaluwarsa jika wawancara ditunda lebih dari 90 hari. Kedutaan menyatakan prioritas akan diberikan kepada pelajar F-1 yang menghadapi tanggal mulai program, keadaan darurat medis, dan kru proyek energi utama di Delta Niger. Manajer mobilitas korporat kini mengalihkan pemohon H-1B dan L-1 ke Lagos atau bahkan Accra, namun waktu tunggu janji temu di sana melebihi 120 hari. Para ahli kebijakan memperingatkan jika protes semakin intens, penutupan tambahan di seluruh Afrika Barat bisa terjadi, yang akan semakin mempersulit penempatan tenaga kerja di sektor minyak, gas, dan fintech di wilayah tersebut.
Sumber: 9News Nigeria
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Amerika Serikat.Lebih Banyak Dari Amerika Serikat
Lihat semua
USCIS Terbitkan Permintaan Informasi 5 Maret untuk ‘Kartu Hijau Digital’ dan EAD Mobile, Menandai Masa Depan Dokumen Imigrasi Tanpa Kertas
Departemen Luar Negeri Keluarkan Peringatan Perjalanan Level-2 untuk Angola, Menyoroti Risiko Kejahatan, Kesehatan, dan Kerusuhan