China tingkatkan respons darurat, jadwalkan penerbangan tambahan untuk pulangkan warga yang terjebak konflik Timur Tengah
Kedutaan Besar China di Qatar Mendesak Warga untuk Memanfaatkan Penerbangan yang Baru Dipulihkan di Tengah Ketidakstabilan Regional
Penutupan ruang udara Timur Tengah tekan pengiriman barang dan mobilitas tenaga kerja Tiongkok, balapan F1 terancam batal
Berita Terbaru
Laporan Kerja Pemerintah Janjikan Akses Bebas Visa yang Lebih Luas dan Pembukaan yang Lebih Mendalam
Laporan Kerja Pemerintah Perdana Menteri Li Qiang 2026 menjanjikan untuk “secara bertahap memperluas pengaturan bebas visa unilateral atau pembebasan visa penuh timbal balik,” yang menandakan bahwa lebih banyak negara dan pelabuhan akan segera menikmati kemudahan masuk. Komitmen ini, yang sejalan dengan reformasi ekonomi inti China, berarti para pengelola mobilitas harus bersiap untuk daftar bebas visa yang lebih luas dan peningkatan pembebasan transit 144/240 jam. Akses yang lebih cepat dan murah akan memperpendek waktu persiapan perjalanan bisnis dan penugasan, serta berpotensi meningkatkan volume perjalanan masuk pada paruh kedua tahun 2026.
China luncurkan Visa K untuk talenta STEM asing seiring aturan Masuk-Keluar diperbarui
Sebuah amandemen Dewan Negara yang dipublikasikan pada 5 Maret menambahkan kategori visa K ke dalam Peraturan Masuk-Keluar China, menciptakan opsi visa multi-masuk selama lima tahun bagi lulusan dan peneliti asing di bidang STEM. Pelamar hanya perlu memiliki gelar ilmu pengetahuan atau teknik yang diakui atau pengalaman riset yang relevan, dan dapat mengajukan permohonan secara online tanpa perlu sponsor dari perusahaan di China. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat pasokan talenta teknologi di China serta memberikan universitas dan perusahaan yang fokus pada R&D jalur perekrutan yang lebih cepat dan murah.
Delegasi CPPCC Mendesak Visa Transit 240 Jam yang Lebih Sederhana dan Pemasaran Global yang Lebih Kuat
Pada Sidang Dua Sesi tanggal 5 Maret, anggota CPPCC sekaligus bos Spring Airlines, Wang Yu, menyatakan bahwa jumlah kunjungan bebas visa diperkirakan akan mencapai 30 juta pada tahun 2025, namun aturan yang rumit masih membuat wisatawan Barat memilih pusat-pusat pesaing. Ia mengusulkan penambahan pelabuhan kereta api, jalan raya, dan feri ke dalam program visa transit 240 jam, memperluas bandara yang memenuhi syarat, serta mendanai influencer luar negeri untuk mempromosikan perubahan ini. Aturan transit yang lebih sederhana dapat mengalihkan penumpang dan arus bisnis ke pintu masuk China serta mengurangi biaya perjalanan perusahaan.