
Otoritas Federal Uni Emirat Arab untuk Identitas, Kewarganegaraan, Bea Cukai & Keamanan Pelabuhan (ICP) mengumumkan penghapusan denda keterlambatan visa secara menyeluruh bagi penduduk, wisatawan, dan pelaku bisnis yang tidak bisa berangkat karena penerbangan dibatalkan. Pengecualian ini berlaku secara retroaktif sejak 28 Februari dan akan tetap berlaku “sampai operasi penerbangan normal kembali berjalan”. Pengunjung dengan visa turis atau kunjungan, ekspatriat yang izin tinggalnya dibatalkan, serta penumpang yang sudah memulai prosedur izin keluar akan mendapatkan manfaat ini. Mereka yang sudah membayar denda setelah masa tinggal resmi berakhir dapat mengajukan pengembalian dana dalam waktu 30 hari. Tim tugas ICP telah dikerahkan di bandara dan pusat layanan pelanggan untuk memproses permohonan dan mengeluarkan perpanjangan status sementara. Bagi manajer mobilitas global, keputusan ini menghilangkan masalah kepatuhan yang mendesak. Keterlambatan tinggal—meskipun tidak disengaja—biasanya dikenai denda AED 50 (sekitar US$13,60) per hari dan bisa berujung pada larangan masuk di masa depan. Perusahaan yang memindahkan staf atau menempatkan tim proyek di UAE kini bisa fokus mengatur ulang jadwal perjalanan tanpa khawatir soal anggaran atau risiko imigrasi. Secara praktis, pelancong disarankan menyimpan salinan boarding pass dan pemberitahuan pembatalan maskapai sebagai bukti saat mengajukan pembatalan denda. Spesialis mobilitas juga harus memperbarui surat penugasan dan memastikan polis asuransi kesehatan tetap berlaku selama masa tinggal yang diperpanjang.
Sumber: What’s On
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.Lebih Banyak Dari Uni Emirat Arab
Lihat semua
Air India dan Air India Express mengoperasikan 43 penerbangan khusus pada 7 Maret untuk memindahkan penumpang yang berbasis di UAE
ICP memproses 30.913 pelancong dan mengeluarkan 15.000 visa darurat selama beberapa hari pertama krisis