
Kabinet Sri Lanka telah menyetujui rencana yang sudah lama dinantikan untuk menghapus biaya Electronic Travel Authorisation (ETA) bagi pengunjung dari 40 negara, termasuk Republik Ceko, sebagai upaya untuk meningkatkan kedatangan wisatawan sebelum musim puncak April–September. Skema yang diumumkan pada 31 Maret 2026 ini memberikan **visa masuk tunggal gratis saat kedatangan hingga 31 Oktober 2026** untuk kunjungan singkat maksimal 30 hari. Wisatawan tetap harus mengisi formulir ETA standar secara online atau di kios saat tiba, namun biaya pemrosesan sebesar US$50 telah ditiadakan.
Bagi wisatawan rekreasi dan bisnis dari Ceko, kebijakan ini memangkas biaya dan waktu administrasi. Menurut operator tur Cedok yang berbasis di Praha, keluarga beranggotakan empat orang yang berlibur ke Sri Lanka musim panas ini akan menghemat sekitar CZK 4.700 dari biaya visa, sementara manajer perjalanan korporat mengatakan proses yang lebih sederhana akan memudahkan penjadwalan kunjungan mendadak ke pabrik pakaian di sekitar Colombo. Maskapai penerbangan pun sudah merespons: Smartwings menyatakan kepada Global Mobility News bahwa mereka sedang mempertimbangkan penerbangan charter mingguan tambahan Praha–Colombo untuk musim dingin 2026/27 jika permintaan tetap tinggi.
Langkah ini merupakan bagian dari persaingan lebih luas di Asia Selatan untuk menarik wisatawan Eropa dengan pengeluaran tinggi, menghadapi kompetisi dari Maladewa dan Thailand. Sri Lanka hanya menerima 1,35 juta turis pada 2025—masih 20% di bawah puncak sebelum krisis—dan pemerintah memperkirakan bebas biaya masuk bisa menambah pengeluaran tambahan sebesar US$400 juta tahun ini. Evaluasi pada pertengahan April akan menentukan apakah penghapusan biaya ini diperpanjang atau biaya yang dikurangi akan diberlakukan kembali.
Wisatawan Ceko disarankan untuk tetap menyiapkan bukti perjalanan lanjutan, pemesanan hotel, dan dana minimal US$400 yang **secara resmi direkomendasikan** (meskipun tidak wajib). Kementerian Luar Negeri Ceko menyarankan agar mendaftarkan perjalanan melalui portal DROZD dan memastikan paspor memiliki masa berlaku minimal enam bulan. Pengunjung bisnis yang berencana melakukan beberapa kali masuk setelah 31 Oktober 2026 tetap harus mengajukan ETA multi-entry standar sebelum keberangkatan.
Bagi wisatawan rekreasi dan bisnis dari Ceko, kebijakan ini memangkas biaya dan waktu administrasi. Menurut operator tur Cedok yang berbasis di Praha, keluarga beranggotakan empat orang yang berlibur ke Sri Lanka musim panas ini akan menghemat sekitar CZK 4.700 dari biaya visa, sementara manajer perjalanan korporat mengatakan proses yang lebih sederhana akan memudahkan penjadwalan kunjungan mendadak ke pabrik pakaian di sekitar Colombo. Maskapai penerbangan pun sudah merespons: Smartwings menyatakan kepada Global Mobility News bahwa mereka sedang mempertimbangkan penerbangan charter mingguan tambahan Praha–Colombo untuk musim dingin 2026/27 jika permintaan tetap tinggi.
Langkah ini merupakan bagian dari persaingan lebih luas di Asia Selatan untuk menarik wisatawan Eropa dengan pengeluaran tinggi, menghadapi kompetisi dari Maladewa dan Thailand. Sri Lanka hanya menerima 1,35 juta turis pada 2025—masih 20% di bawah puncak sebelum krisis—dan pemerintah memperkirakan bebas biaya masuk bisa menambah pengeluaran tambahan sebesar US$400 juta tahun ini. Evaluasi pada pertengahan April akan menentukan apakah penghapusan biaya ini diperpanjang atau biaya yang dikurangi akan diberlakukan kembali.
Wisatawan Ceko disarankan untuk tetap menyiapkan bukti perjalanan lanjutan, pemesanan hotel, dan dana minimal US$400 yang **secara resmi direkomendasikan** (meskipun tidak wajib). Kementerian Luar Negeri Ceko menyarankan agar mendaftarkan perjalanan melalui portal DROZD dan memastikan paspor memiliki masa berlaku minimal enam bulan. Pengunjung bisnis yang berencana melakukan beberapa kali masuk setelah 31 Oktober 2026 tetap harus mengajukan ETA multi-entry standar sebelum keberangkatan.
Sumber: Travel And Tour World