
Kementerian Dalam Negeri telah mengonfirmasi bahwa warga Ukraina yang tinggal di Inggris melalui jalur Perpanjangan Izin Ukraina (Ukraine Permission Extension/UPE) dapat mengajukan perpanjangan izin tinggal selama dua tahun tambahan, dengan portal online dibuka mulai 8 April 2026. Sebuah briefing dari Perpustakaan House of Commons yang diterbitkan pada 17 April menjelaskan bahwa langkah ini memberikan kepastian berkelanjutan bagi sekitar 260.000 warga Ukraina yang tiba setelah invasi Rusia pada 2022.
Dalam skema yang diperbarui ini, pemegang izin yang memenuhi syarat dapat mengajukan permohonan hingga 90 hari sebelum status mereka saat ini berakhir; sisa masa izin yang belum digunakan akan ‘ditransfer’ sehingga tidak ada waktu izin yang hilang. Perpanjangan ini memberikan hak untuk bekerja, menyewa properti, dan mengakses layanan publik, namun—secara kontroversial—masih tidak menyediakan jalur resmi menuju status tinggal permanen atau penyelesaian.
Otoritas lokal menyambut baik kepastian ini, tetapi memperingatkan risiko meningkatnya tunawisma karena pembayaran ‘terima kasih’ dari pemerintah kepada keluarga tuan rumah mulai berkurang. Para pengusaha di sektor-sektor mulai dari perawatan sosial hingga TI, yang mengandalkan tenaga kerja Ukraina, mengatakan pengumuman ini memungkinkan mereka merencanakan kebutuhan staf hingga setelah 2026. Namun, pengacara imigrasi mencatat bahwa petugas akan harus memproses puluhan ribu aplikasi perpanjangan dalam beberapa bulan dan mendesak perusahaan untuk memastikan karyawan mengajukan permohonan tepat waktu agar tidak mengalami masalah hak kerja.
Pemerintah menegaskan bahwa jangka waktu dua tahun ini membuat Inggris secara umum sejalan dengan Arahan Perlindungan Sementara Uni Eropa, yang juga diperpanjang hingga Maret 2027. Para pendukung pengungsi terus mendesak adanya jalur menuju izin tinggal tanpa batas waktu, dengan alasan banyak keluarga yang mengungsi tidak dapat atau tidak mau kembali selama konflik masih berlangsung.
Dalam skema yang diperbarui ini, pemegang izin yang memenuhi syarat dapat mengajukan permohonan hingga 90 hari sebelum status mereka saat ini berakhir; sisa masa izin yang belum digunakan akan ‘ditransfer’ sehingga tidak ada waktu izin yang hilang. Perpanjangan ini memberikan hak untuk bekerja, menyewa properti, dan mengakses layanan publik, namun—secara kontroversial—masih tidak menyediakan jalur resmi menuju status tinggal permanen atau penyelesaian.
Otoritas lokal menyambut baik kepastian ini, tetapi memperingatkan risiko meningkatnya tunawisma karena pembayaran ‘terima kasih’ dari pemerintah kepada keluarga tuan rumah mulai berkurang. Para pengusaha di sektor-sektor mulai dari perawatan sosial hingga TI, yang mengandalkan tenaga kerja Ukraina, mengatakan pengumuman ini memungkinkan mereka merencanakan kebutuhan staf hingga setelah 2026. Namun, pengacara imigrasi mencatat bahwa petugas akan harus memproses puluhan ribu aplikasi perpanjangan dalam beberapa bulan dan mendesak perusahaan untuk memastikan karyawan mengajukan permohonan tepat waktu agar tidak mengalami masalah hak kerja.
Pemerintah menegaskan bahwa jangka waktu dua tahun ini membuat Inggris secara umum sejalan dengan Arahan Perlindungan Sementara Uni Eropa, yang juga diperpanjang hingga Maret 2027. Para pendukung pengungsi terus mendesak adanya jalur menuju izin tinggal tanpa batas waktu, dengan alasan banyak keluarga yang mengungsi tidak dapat atau tidak mau kembali selama konflik masih berlangsung.
Sumber: Electronic Immigration Network