
Data terbaru tentang waktu janji temu yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS dan dianalisis pada 27 April menunjukkan bahwa Chennai kini mengungguli Mumbai, Delhi, dan Kolkata untuk wawancara visa pengunjung B1/B2, dengan waktu tunggu rata-rata sekitar empat bulan dibandingkan tujuh hingga delapan bulan di kota lain. Angka ini berasal dari dashboard global bulanan Departemen Luar Negeri yang diperbarui pada 15 April, dan disorot dalam artikel penjelasan Economic Times yang diterbitkan pada 27 April. Bagi pelancong bisnis India, perbedaan ini sangat berarti: janji temu di Chennai bisa memangkas waktu perjalanan hingga tiga bulan, membantu eksekutif mencapai target pendapatan atau proyek di AS. Kategori visa pelajar (F/M/J) dan kerja (H/L/O) masih memiliki antrean lebih singkat—sekitar satu hingga tiga bulan di sebagian besar kota besar—namun visa pengunjung tetap menjadi kendala utama. Petugas konsuler menekankan bahwa tanggal “janji temu tersedia berikutnya” berubah setiap hari karena slot baru dibuka dan pemohon mengatur ulang jadwal. Oleh karena itu, manajer mobilitas perlu alat pelacakan dinamis dan dapat mempertimbangkan transfer biaya antar kota (diizinkan satu kali per pembayaran) untuk memesan ulang di Chennai jika urgensi organisasi lebih penting daripada biaya perjalanan domestik tambahan. Data ini juga menegaskan permintaan yang terus tinggi: India menyumbang lebih dari 10 persen dari total visa non-imigran AS di seluruh dunia pada 2025, dan staf konsuler meningkat 40 persen pada tahun fiskal ini. Meskipun pemerintahan Biden telah mencoba wawancara jarak jauh untuk beberapa perpanjangan visa, pemohon visa pengunjung pertama kali masih harus hadir langsung—menjadikan strategi pemilihan slot sangat penting untuk rencana perjalanan bisnis tahun 2026.
Sumber: The Economic Times