
Pameran Impor dan Ekspor China ke-139—yang lebih dikenal sebagai Pameran Canton—telah menyambut 245.000 pembeli asing selama dua fase pertamanya, meningkat 2,2 persen dibandingkan sesi musim semi tahun lalu. Penyelenggara mengaitkan kenaikan ini dengan program bebas visa dan visa saat kedatangan China, yang memangkas waktu tunggu bagi peserta pameran dan pembeli. Perwakilan dari 344 perusahaan global ‘top 500’ hadir, naik 4,9 persen secara tahunan, menandakan minat perusahaan yang kembali kuat untuk pengadaan langsung di lokasi. Fase II, yang berakhir pada 27 April, fokus pada produk rumah tangga dan hadiah, sementara Fase III (1–5 Mei) akan beralih ke mainan, barang kehamilan, dan barang rekreasi—semua sektor yang sangat bergantung pada pemeriksaan kualitas secara langsung. Bandara Baiyun di Guangzhou menambah 12 jalur elektronik sementara dan menyediakan jalur hijau bilingual untuk memperlancar pergerakan pemegang tanda pengenal; hotel di Pazhou melaporkan tingkat hunian di atas 95 persen. Bagi tim mobilitas, pameran ini lebih dari sekadar pameran dagang: banyak perusahaan multinasional memanfaatkan kesempatan ini untuk merotasi insinyur antar pabrik di daratan, memanfaatkan pembebasan transit 144 jam di Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau, serta menggelar pertemuan kepemimpinan regional. Perusahaan harus mengingatkan staf bahwa masuk bebas visa untuk Pameran Canton tidak dapat diubah menjadi izin tinggal jenis kerja; sponsor visa Z tetap diperlukan untuk penugasan jangka panjang. Dengan Fase III yang diperkirakan akan mendorong total pengunjung melewati 300.000, kinerja Guangzhou menjadi indikator penting peran China dalam pengalihan rantai pasok global di tengah ketegangan geopolitik. Kebangkitan bertahap ini menunjukkan bahwa, meskipun ada retorika diversifikasi, pembeli masih sangat menghargai interaksi langsung saat melakukan pengadaan dari pusat manufaktur terbesar di dunia.
Sumber: Xinhua