
Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, mengonfirmasi pada 30 April 2026 bahwa Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, beserta dua rekannya, ditolak masuk di Bandara Pearson Toronto awal pekan ini. Taj sebenarnya sudah mendapatkan visa Kanada pada hari Senin, namun pada Selasa malam ia dipulangkan setelah petugas imigrasi menemukan dugaan keterkaitan dengan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), yang masuk dalam daftar entitas teroris menurut Undang-Undang Imigrasi dan Perlindungan Pengungsi Kanada. Mereka sedang dalam perjalanan ke Vancouver untuk Kongres FIFA ke-76, sebuah pertemuan penting yang dihadiri delegasi dari 211 asosiasi nasional. Ketidakhadiran mereka membuat Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, mencatat Iran sebagai “tidak hadir” saat pemanggilan nama. Berdasarkan Pasal 34 Undang-Undang tersebut, warga negara asing yang terbukti menjadi anggota atau berafiliasi dengan organisasi teroris tidak diperbolehkan masuk dengan alasan keamanan. Kasus ini menunjukkan penerapan ketat Kanada terhadap prosedur pemeriksaan keamanan, terutama setelah Parlemen secara bulat mengesahkan Mosi 97 pada 2023 yang menetapkan IRGC sebagai kelompok teroris. Bagi penyelenggara acara, insiden ini menegaskan pentingnya pemeriksaan awal terhadap peserta VIP. Perusahaan multinasional yang membawa tamu ke Kanada—baik untuk acara olahraga, teknologi, maupun pemegang saham—harus melakukan pengecekan sanksi dan media negatif meskipun visa sudah diterbitkan. Kejadian ini juga berpotensi menimbulkan dampak diplomatik. Kementerian Luar Negeri Iran memanggil chargé d’affaires Kanada di Teheran, menyebut keputusan tersebut “bermotivasi politik”. Namun, Ottawa menegaskan bahwa semua keputusan visa dibuat oleh petugas yang netral sesuai hukum Kanada.
Sumber: Associated Press