
Perkiraan terbaru yang dirilis pada 11 Mei oleh Asosiasi Perjalanan AS memproyeksikan total pengeluaran perjalanan di AS hanya akan naik tipis 1% pada tahun 2026 menjadi US$1,37 triliun, sebelum tumbuh lebih cepat sebesar 3% per tahun pada 2027–2028. Prospek yang lambat ini mencerminkan inflasi yang terus berlanjut, risiko geopolitik, dan pemulihan perjalanan bisnis yang lesu. Segmen perjalanan domestik untuk rekreasi dan kelompok akan berkembang, namun dengan laju yang lebih lambat dibandingkan tahun lalu, sementara pengeluaran wisatawan internasional diperkirakan naik 1,6% setelah mengalami kontraksi 2,4% pada 2025. Asosiasi menyebutkan waktu tunggu visa yang panjang, sentimen negatif terhadap kebijakan AS, dan potensi kenaikan biaya visa sebagai hambatan. Bagi pengembang hotel dan perencana properti korporat, perkiraan yang lebih hati-hati ini mengindikasikan perlunya kewaspadaan dalam merencanakan proyek baru dan jadwal renovasi. Manajer perjalanan harus mengantisipasi volume perjalanan yang sedikit meningkat namun tetap terbatas, dengan tekanan pengendalian biaya yang berlanjut hingga siklus anggaran tahun fiskal 2027. Di sisi positif, Piala Dunia FIFA 2026 diperkirakan akan memberikan dorongan jangka pendek, terutama bagi kota tuan rumah, meskipun asosiasi mencatat tren pemesanan saat ini masih di bawah ekspektasi awal. Perusahaan yang menjalankan program mobilitas global dapat memanfaatkan acara ini untuk mendukung penugasan jangka pendek dan peluang menjamu klien. Para pembuat kebijakan didorong untuk memprioritaskan sumber daya pemrosesan visa, memperluas program pelancong terpercaya, dan menyederhanakan penegakan REAL ID agar tidak menghambat pemulihan yang masih rapuh.
Sumber: Hotel Dive
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Amerika Serikat.Lebih Banyak Dari Amerika Serikat
Lihat semua
Departemen Luar Negeri AS Berlakukan Larangan Visa terhadap Pemilik Apotek Online India dan 13 Rekan atas Penjualan Fentanil
Departemen Tenaga Kerja Usulkan Kenaikan Gaji 20–33% untuk Program Visa H-1B dan Visa Terkait