
Pusat Transportasi Terpadu Abu Dhabi (ITC) mengumumkan serangkaian kebijakan mobilitas untuk menjaga kelancaran ibu kota selama libur Idul Adha. Mulai Senin, 25 Mei hingga Jumat, 29 Mei, parkir umum di seluruh emirat akan gratis dan beberapa gerbang tarif jalan Darb akan dinonaktifkan sementara. Kebijakan ini bertepatan dengan libur lima hari pemerintah federal dan bertujuan mengurangi kemacetan di sekitar mal, bandara, dan jalan antar emirat. Langkah ITC ini mengikuti kebijakan serupa saat Ramadan dan diharapkan mengalihkan ribuan kendaraan dari titik kemacetan utama di Jembatan Sheikh Zayed dan Mussafah.
Selain itu, pusat layanan pelanggan akan tutup selama seminggu, namun layanan perizinan dan pembayaran denda tetap tersedia 24/7 melalui platform digital TAMM, mendukung upaya Abu Dhabi menuju transaksi pemerintah tanpa kontak. Bagi para profesional mobilitas global, implikasinya dua arah. Pertama, karyawan yang mengendarai kendaraan sewaan tidak akan dikenakan tarif parkir AED 2 per jam atau tol puncak AED 4 di gerbang Darb, namun tetap harus mematuhi aturan parkir seperti larangan parkir di trotoar kuning/hitam untuk menghindari denda. Kedua, area drop-off bandara diperkirakan lebih ramai, sehingga organisasi disarankan memesan layanan sopir dengan waktu cadangan, terutama bagi yang akan terbang dari Bandara Internasional Zayed.
Kebijakan ini juga menegaskan agenda mobilitas pintar Abu Dhabi. Data lalu lintas real-time dari sistem Darb akan digunakan dalam platform manajemen lalu lintas berbasis AI untuk memodelkan pola kemacetan selama libur besar. Wawasan ini akan menjadi dasar reformasi tarif jalan dan penjadwalan transportasi umum berikutnya. Singkatnya, libur parkir dan tol ini bukan sekadar langkah kebaikan, melainkan uji coba langsung bagaimana insentif permintaan dapat mengubah perilaku perjalanan. Perusahaan dengan armada pengemudi besar disarankan memantau jarak tempuh dan waktu perjalanan minggu depan; data ini dapat mendukung pengajuan kebijakan kerja fleksibel atau pola shift bergilir saat periode perjalanan puncak.
Selain itu, pusat layanan pelanggan akan tutup selama seminggu, namun layanan perizinan dan pembayaran denda tetap tersedia 24/7 melalui platform digital TAMM, mendukung upaya Abu Dhabi menuju transaksi pemerintah tanpa kontak. Bagi para profesional mobilitas global, implikasinya dua arah. Pertama, karyawan yang mengendarai kendaraan sewaan tidak akan dikenakan tarif parkir AED 2 per jam atau tol puncak AED 4 di gerbang Darb, namun tetap harus mematuhi aturan parkir seperti larangan parkir di trotoar kuning/hitam untuk menghindari denda. Kedua, area drop-off bandara diperkirakan lebih ramai, sehingga organisasi disarankan memesan layanan sopir dengan waktu cadangan, terutama bagi yang akan terbang dari Bandara Internasional Zayed.
Kebijakan ini juga menegaskan agenda mobilitas pintar Abu Dhabi. Data lalu lintas real-time dari sistem Darb akan digunakan dalam platform manajemen lalu lintas berbasis AI untuk memodelkan pola kemacetan selama libur besar. Wawasan ini akan menjadi dasar reformasi tarif jalan dan penjadwalan transportasi umum berikutnya. Singkatnya, libur parkir dan tol ini bukan sekadar langkah kebaikan, melainkan uji coba langsung bagaimana insentif permintaan dapat mengubah perilaku perjalanan. Perusahaan dengan armada pengemudi besar disarankan memantau jarak tempuh dan waktu perjalanan minggu depan; data ini dapat mendukung pengajuan kebijakan kerja fleksibel atau pola shift bergilir saat periode perjalanan puncak.
Sumber: Aletihad News Center
Bagaimana VisaHQ dapat membantu
VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Uni Emirat Arab.Lebih Banyak Dari Uni Emirat Arab
Lihat semua
Emirates Perbarui Buletin Jaringan: 137 Destinasi Kini Tersedia, Lonjakan Penumpang Saat Idul Fitri Diperkirakan
Emirates Keluarkan Peringatan Perjalanan Musim Puncak Jelang Ramainya Libur Idul Adha