
Bandara Dubai mengonfirmasi pada 21 Mei 2026 bahwa mereka memperkirakan akan memproses lebih dari 3.600 jamaah haji—mewakili hampir 59 persen dari seluruh jamaah UAE—melalui Dubai International (DXB) antara 21 hingga 23 Mei. Operator telah berkoordinasi dengan Emirates, Saudia, flydubai, dan flynas untuk mengalokasikan gerbang terdekat dengan ruang shalat, menyediakan fasilitas penggantian Ihram, serta menugaskan staf layanan tamu multibahasa. Rencana operasional ini disusun bersama berbagai mitra pemerintah: Direktorat Jenderal Imigrasi & Urusan Orang Asing (GDRFA) untuk mempercepat proses imigrasi; Bea Cukai Dubai untuk mempercepat pengurusan izin air Zamzam; dan Otoritas Jalan & Transportasi (RTA) untuk mengatur lalu lintas di area penjemputan. Penumpang lansia akan mendapatkan tambahan kursi roda, pemeriksaan kesehatan di lokasi dari Korporasi Ambulans Dubai, serta pendamping khusus dari dnata. Bagi perusahaan yang stafnya menjalankan ibadah haji dengan cuti resmi, disarankan agar para jamaah tiba minimal empat jam sebelum keberangkatan dan membawa dokumen vaksinasi serta izin haji dalam bentuk cetak dan digital. Tim mobilitas juga perlu mencatat bahwa penerbangan pulang dijadwalkan antara 30 Mei hingga 2 Juni, dengan jalur bagasi terpisah khusus untuk kontainer Zamzam—informasi ini dapat dibagikan ke bagian pemesanan perjalanan untuk menghindari masalah kelebihan bagasi. Rencana tahun ini menandai musim haji pertama DXB sejak jumlah penumpang melewati rekor pra-2020, mencapai lebih dari 95,2 juta pada 2025. Pelajaran dari penggunaan gerbang biometrik dan koridor ‘Red Carpet’ untuk jalur cepat kini diterapkan dalam pengelolaan kerumunan penerbangan jamaah charter, yang mengindikasikan kemungkinan produk bypass antrean permanen yang nantinya dapat dibeli perusahaan untuk penumpang VIP. Bagi ekosistem perjalanan yang lebih luas, kelancaran operasi haji ini menjaga reputasi DXB sebagai hub dengan volume tinggi namun efisien—faktor penting bagi tim proyek multinasional yang mengandalkan koneksi ketat melalui Dubai menuju Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin.
Sumber: Gulf News