
Paket Migrasi dan Suaka Uni Eropa yang telah lama dinantikan akan mulai berlaku secara hukum pada 12 Juni 2026, dan pemerintah Belgia tengah bergegas menyelesaikan langkah-langkah implementasi domestik. Meskipun perhatian utama tertuju pada negara-negara garis depan di Mediterania, paket regulasi—yang telah dikonfirmasi oleh institusi UE di Brussel—mengharuskan setiap negara anggota untuk merombak prosedur penyaringan, pendaftaran, dan pemulangan. Pejabat Belgia kepada The Brussels Times menyatakan bahwa Rancangan Undang-Undang ‘Alignment Bill’ akan diajukan di Dewan pada 3 Juni, yang memberikan wewenang kepada Kantor Imigrasi (DVZ/OE) untuk menjalankan penyaringan pra-masuk selama lima hari dan mengunggah data biometrik ke sistem Eurodac 2.0 yang diperbarui.
Di bawah pakta ini, semua warga negara ketiga yang tertangkap di perbatasan luar Belgia (Bandara Brussel, pelabuhan Zeebrugge, dan sejumlah terminal bus internasional) harus menjalani verifikasi identitas, pemeriksaan keamanan, dan penilaian kerentanan sebelum diterima ke jalur suaka reguler. Kasus yang dianggap ‘jelas tidak berdasar’—misalnya, pemohon dari negara dengan tingkat pengakuan historis di bawah 20%—akan diproses cepat di fasilitas perbatasan dengan keputusan yang harus keluar dalam 12 minggu. Pemerintah sedang mengubah ruang hanggar di bekas zona kargo Bandara Brussel menjadi pusat pemrosesan singkat dengan kapasitas 220 tempat tidur untuk memenuhi tenggat waktu tersebut.
Tim mobilitas korporat harus memperhatikan regulasi tambahan dalam pakta ini terkait penarikan talenta: mulai 12 Juni, pemohon Kartu Biru UE tidak lagi dikecualikan dari pendaftaran Eurodac. Perusahaan multinasional yang membawa pekerja terampil ke wilayah Belgia harus menjadwalkan janji biometrik tambahan. Tiga kementerian ketenagakerjaan regional (Flandria, Wallonia, dan Brussels-Capital) telah sepakat untuk berbagi data agar permohonan izin gabungan dapat diperiksa secara real-time terhadap file Eurodac guna mendeteksi klaim suaka sebelumnya di negara UE lain.
Para praktisi hukum memperingatkan bahwa percepatan waktu proses dapat menyebabkan ‘penolakan di perbatasan’ jika dokumen pendukung (kontrak kerja, kesetaraan gelar, surat keterangan kepolisian) tidak lengkap saat masuk. “Kami menyarankan klien untuk mengirimkan pekerja minimal dua hari sebelum hitungan waktu kerja mereka dimulai, agar ada ruang untuk penundaan tak terduga,” kata Katrien De Smet, penasihat imigrasi di firma hukum Fragomen di Brussel.
Maskapai penerbangan yang melayani rute jarak jauh ke Zaventem sedang memperbarui sistem check-in untuk memastikan file Informasi Penumpang Awal (API) mencakup data baru yang diminta oleh polisi perbatasan Belgia. Secara paralel, Belgia juga harus berkontribusi pada ‘dana solidaritas’ pakta ini, baik dengan menerima relokasi dari negara anggota yang kelebihan beban atau dengan menyetor ke dana bersama. Sekretaris Negara untuk Suaka dan Migrasi, Anneleen Van Bossuyt, mengonfirmasi bahwa Belgia lebih memilih pembagian 50-50 antara relokasi (sekitar 1.800 orang per tahun) dan kontribusi finansial, namun angka akhir akan bergantung pada indeks tekanan suaka yang diterbitkan setiap kuartal oleh Komisi Eropa.
Di bawah pakta ini, semua warga negara ketiga yang tertangkap di perbatasan luar Belgia (Bandara Brussel, pelabuhan Zeebrugge, dan sejumlah terminal bus internasional) harus menjalani verifikasi identitas, pemeriksaan keamanan, dan penilaian kerentanan sebelum diterima ke jalur suaka reguler. Kasus yang dianggap ‘jelas tidak berdasar’—misalnya, pemohon dari negara dengan tingkat pengakuan historis di bawah 20%—akan diproses cepat di fasilitas perbatasan dengan keputusan yang harus keluar dalam 12 minggu. Pemerintah sedang mengubah ruang hanggar di bekas zona kargo Bandara Brussel menjadi pusat pemrosesan singkat dengan kapasitas 220 tempat tidur untuk memenuhi tenggat waktu tersebut.
Tim mobilitas korporat harus memperhatikan regulasi tambahan dalam pakta ini terkait penarikan talenta: mulai 12 Juni, pemohon Kartu Biru UE tidak lagi dikecualikan dari pendaftaran Eurodac. Perusahaan multinasional yang membawa pekerja terampil ke wilayah Belgia harus menjadwalkan janji biometrik tambahan. Tiga kementerian ketenagakerjaan regional (Flandria, Wallonia, dan Brussels-Capital) telah sepakat untuk berbagi data agar permohonan izin gabungan dapat diperiksa secara real-time terhadap file Eurodac guna mendeteksi klaim suaka sebelumnya di negara UE lain.
Para praktisi hukum memperingatkan bahwa percepatan waktu proses dapat menyebabkan ‘penolakan di perbatasan’ jika dokumen pendukung (kontrak kerja, kesetaraan gelar, surat keterangan kepolisian) tidak lengkap saat masuk. “Kami menyarankan klien untuk mengirimkan pekerja minimal dua hari sebelum hitungan waktu kerja mereka dimulai, agar ada ruang untuk penundaan tak terduga,” kata Katrien De Smet, penasihat imigrasi di firma hukum Fragomen di Brussel.
Maskapai penerbangan yang melayani rute jarak jauh ke Zaventem sedang memperbarui sistem check-in untuk memastikan file Informasi Penumpang Awal (API) mencakup data baru yang diminta oleh polisi perbatasan Belgia. Secara paralel, Belgia juga harus berkontribusi pada ‘dana solidaritas’ pakta ini, baik dengan menerima relokasi dari negara anggota yang kelebihan beban atau dengan menyetor ke dana bersama. Sekretaris Negara untuk Suaka dan Migrasi, Anneleen Van Bossuyt, mengonfirmasi bahwa Belgia lebih memilih pembagian 50-50 antara relokasi (sekitar 1.800 orang per tahun) dan kontribusi finansial, namun angka akhir akan bergantung pada indeks tekanan suaka yang diterbitkan setiap kuartal oleh Komisi Eropa.
Sumber: Greek City Times