1. Berita Mobilitas Global
  2. /
  3. Amerika Serikat
  4. /
  5. Para Senator Mengungkapkan ‘Undang-Undang Tanah Merdeka’ untuk Mencabut Klausul Deportasi Era Perang Dingin

Para Senator Mengungkapkan ‘Undang-Undang Tanah Merdeka’ untuk Mencabut Klausul Deportasi Era Perang Dingin

Jun 20, 2026
·
Para Senator Mengungkapkan ‘Undang-Undang Tanah Merdeka’ untuk Mencabut Klausul Deportasi Era Perang Dingin
Dalam konferensi pers di Capitol Hill pada 19 Juni, Senator Peter Welch (D-VT), Chris Van Hollen (D-MD), dan Dick Durbin (D-IL) memperkenalkan “Land of the Free Act,” sebuah RUU yang mengusulkan penghapusan pasal 237(a)(4)(C) dari Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan. Ketentuan yang kurang dikenal dari era 1950-an ini memberi pemerintah wewenang untuk mendeportasi non-warga negara atas aktivitas yang dianggap merugikan kepentingan kebijakan luar negeri AS—kekuatan yang menurut para kritikus sering digunakan untuk membungkam kebebasan berpendapat politik. Di samping para senator berdiri Mohsen Mahdawi, seorang mahasiswa pascasarjana Palestina yang penahanannya pada 2025 berdasarkan pasal ini memicu protes di kampus dan menarik perhatian nasional. Putusan federal pada Maret 2026 menyebut penggunaan ketentuan tersebut oleh pemerintah sebagai “sesuatu yang tercela bagi masyarakat yang menjunjung tinggi kebebasan berbicara,” namun Mahdawi masih menghadapi proses deportasi. Penghapusan pasal ini akan berdampak nyata pada program mobilitas global di universitas-universitas AS dan perusahaan multinasional. Ratusan pelajar F-1 dan profesional H-1B yang pernah menyuarakan pendapat politik terkait konflik asing berpotensi mendapatkan pembatalan kasus deportasi. Perusahaan pun akan mendapatkan kejelasan mengenai jenis ucapan yang dapat memicu risiko imigrasi, sehingga mengurangi risiko hukum dalam proses perekrutan dan kepatuhan. Meski jalannya RUU ini di Kongres yang terbagi masih belum pasti, pengenalannya menempatkan kebijakan deportasi ideologis sebagai agenda utama menjelang pemilu 2026. Para pendukung imigrasi bisnis mendorong perusahaan untuk mendukung penghapusan pasal ini, dengan alasan kekhawatiran terkait retensi talenta dan nilai-nilai Amandemen Pertama.
Sumber: Columbia Daily Spectator

Bagaimana VisaHQ dapat membantu

VisaHQ menyederhanakan proses pengajuan visa bagi perorangan dan perusahaan. Periksa persyaratan perjalanan terkini, siapkan dokumen yang diperlukan, dan kelola pengajuan Anda secara online melalui portal VisaHQ untuk Amerika Serikat.

Tim Visa & Imigrasi @ VisaHQ

Tim ahli visa dan imigrasi VisaHQ membantu individu dan perusahaan menavigasi persyaratan perjalanan, kerja, dan tempat tinggal global. Kami menangani persiapan dokumen, pengajuan aplikasi, koordinasi dengan lembaga pemerintah, serta setiap aspek yang diperlukan untuk memastikan persetujuan yang cepat, sesuai, dan tanpa stres.

Kebijakan Redaksi
×