
Brihanmumbai Municipal Corporation (BMC) mengeluarkan peringatan ‘Orange’ pada pagi 22 Juni setelah Badan Meteorologi India memprediksi hujan badai hebat dan angin kencang hingga 40 km/jam dalam tiga jam ke depan. Dalam 45 menit, Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj melaporkan keterlambatan kedatangan rata-rata 55 menit karena petugas darat menghentikan sementara pengisian bahan bakar dan operasi tangga saat petir menyambar. Operator kereta suburban Central Railway juga memperingatkan kemungkinan gangguan sinyal dan mengimbau penumpang untuk mengatur waktu keberangkatan secara bergantian. Maskapai seperti IndiGo dan Vistara mengaktifkan kode pembebasan monsun-irregular-operations (IROPS), memungkinkan penumpang di rute terdampak untuk memesan ulang dalam tujuh hari tanpa biaya tambahan—konsekuensi penting bagi pelancong bisnis dengan jadwal ketat. Perusahaan dengan kebijakan duty-of-care di seluruh India menyarankan staf untuk menghindari koneksi penerbangan di Mumbai pada hari yang sama hingga setidaknya 23 Juni, saat monsun barat daya diperkirakan sudah sepenuhnya menetap di pantai Konkan. Penyedia logistik juga terdampak. DHL dan Bluedart mengalihkan dua keberangkatan kargo malam ke Bengaluru untuk menjaga pengiriman farmasi bernilai tinggi dalam suhu terkontrol. Pelanggan kargo ekspres diimbau mengantisipasi keterlambatan pengiriman 12 hingga 24 jam di Maharashtra. Bagi manajer mobilitas, peringatan ini menegaskan pentingnya integrasi data cuaca real-time dalam proses persetujuan perjalanan. Perusahaan yang menggunakan alat manajemen risiko otomatis seperti BCD’s TripSource dapat memanfaatkan API now-cast IMD untuk memicu perpanjangan otomatis masa inap hotel dan voucher layanan ride-hail. Ke depan, BMC menambah jalur cepat imigrasi di bandara bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan ke Ahmedabad atau Goa dan kemudian kembali ke Mumbai setelah kondisi membaik—mengurangi kemacetan di darat yang sering terjadi pada musim monsun sebelumnya.
Sumber: Indian Economic Observer