
Gelombang keluarga yang datang melalui Skema Top Talent Pass (TTPS) Hong Kong dan jalur visa terkait kini membebani pasar sekolah premium di kota tersebut, menurut konsultan pendidikan For You Education. Dalam briefing media pada 23 Juni, perusahaan melaporkan lonjakan 36 persen dalam permintaan penempatan dari keluarga TTPS yang mencari kurikulum International Baccalaureate (IB) berbahasa Inggris atau U.S. Advanced Placement untuk tahun ajaran 2026/27 dibandingkan tahun sebelumnya. TTPS—yang diluncurkan akhir 2022 dan diperluas pada Januari 2026—memungkinkan para profesional berpenghasilan tinggi atau lulusan dari 200 universitas terbaik dunia untuk tinggal di Hong Kong tanpa harus memiliki tawaran pekerjaan. Data Departemen Imigrasi menunjukkan lebih dari 41.000 persetujuan hingga 2026, membawa sekitar 8.000 tanggungan usia sekolah. Tempat di institusi bergengsi seperti HKIS dan ESF sebagian besar sudah penuh, memaksa pendatang baru mempertimbangkan kampus baru di New Territories atau skema masuk berbasis debentur. Manajer mobilitas korporat kini menghadapi waktu tunggu pendidikan 12–18 bulan, dua kali lipat dari norma sebelum COVID. Beberapa perusahaan sedang bernegosiasi untuk blok debentur kelompok atau memberikan subsidi sekolah daring untuk tahun pertama. Biro Pendidikan mengatakan sedang bekerja sama dengan operator sekolah swasta untuk mempercepat proyek perluasan dan mungkin akan menyediakan lokasi baru untuk kampus IB bilingual tahun depan. Analis mencatat dampak ekonomi yang lebih luas: permintaan hunian keluarga meningkat di Kowloon Tong dan Sai Kung, biaya les ekstrakurikuler naik, serta persaingan ketat untuk tenaga pengajar lokal. Namun, program visa ini tetap populer secara politik; pejabat menegaskan bahwa menarik sumber daya manusia lebih penting daripada tekanan kapasitas jangka pendek. Tips relokasi: peserta yang tiba untuk tahun ajaran 2027 sebaiknya mulai mengajukan pendaftaran sekolah pada Oktober ini dan siapkan anggaran untuk biaya modal yang tidak dapat dikembalikan, yang bisa melebihi HK$200.000 per anak di sekolah Tier-1.
Sumber: Newswav – Media OutReach