
Komisaris Tinggi India di Dhaka, Dinesh Trivedi, mengumumkan bahwa pemrosesan visa turis reguler untuk warga Bangladesh akan dimulai kembali pada 28 Juni 2026 di lima Pusat Aplikasi Visa India di seluruh Bangladesh. Saluran perjalanan rekreasi ini sempat dibekukan sejak Agustus 2024 akibat kerusuhan pasca-pemilu di Dhaka, dengan India membatasi penerbitan visa hanya untuk keadaan darurat medis. Pembukaan kembali ini mengikuti serangkaian pertemuan bilateral sejak koalisi yang dipimpin BNP di Bangladesh menjabat pada Februari. Operator tur di kedua sisi perbatasan menyatakan permintaan yang tertunda: sebelum pembekuan, India mengeluarkan sekitar 1,6 juta visa turis per tahun untuk warga Bangladesh, menjadikan mereka sebagai kelompok nasionalitas terbesar yang masuk ke India. Kembalinya visa jangka pendek ini diperkirakan akan meningkatkan tingkat hunian hotel di Kolkata, Siliguri, dan Delhi serta menghidupkan kembali pariwisata medis lintas batas ke Chennai dan Vellore. Dari perspektif pengelolaan mobilitas, keputusan ini mengembalikan koridor penting antarwarga untuk perusahaan India yang mempekerjakan teknisi Bangladesh dengan kontrak proyek jangka pendek dan untuk UKM Bangladesh yang memasok komponen dari India. Badan keamanan perbatasan akan mempertahankan jalur cepat e-visa medis dan menambah kios biometrik di pelabuhan darat Petrapole-Benapole untuk mengatasi lonjakan lalu lintas yang diperkirakan. Para analis mencatat bahwa langkah India ini muncul hanya beberapa minggu setelah Dhaka melonggarkan bea impor obat-obatan India, menandakan adanya pemulihan hubungan. Namun, pejabat konsuler mengingatkan bahwa kuota visa awal akan dibatasi untuk mencegah kemacetan pemrosesan, dan pemohon harus mengunggah bukti pemesanan hotel serta tiket pulang sebagai bagian dari protokol pencegahan penipuan yang lebih ketat. Organisasi perdagangan perjalanan di kedua negara mendesak maskapai penerbangan untuk menambah frekuensi penerbangan Dhaka–Delhi dan Chattogram–Kolkata sebelum lonjakan liburan Puja. Bisnis yang merencanakan pertemuan pada Oktober-November disarankan untuk mengamankan slot lebih awal, karena alokasi bulan pertama mungkin habis dalam hitungan hari.
Sumber: GKToday