
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China telah meluncurkan kampanye konsumsi liburan musim panas nasional yang akan membagikan lebih dari ¥450 juta (US$66 juta) dalam bentuk voucher perjalanan hingga akhir Agustus. E-voucher ini—yang diterbitkan melalui OTA besar, UnionPay, dan Alipay—dapat digunakan untuk pembelian tiket pesawat, kereta cepat, hotel, objek wisata, dan paket tur. Nominal voucher berkisar antara ¥50 hingga ¥500 dan dirancang untuk mendorong pengeluaran yang berkali-kali lipat dari nilai nominalnya. Setidaknya 30.000 kegiatan bertema telah direncanakan, mulai dari diskon kapal pesiar malam di Wuhan hingga subsidi tur belajar untuk keluarga di Yunnan, sementara beberapa bank menggabungkan voucher ini dengan rencana cicilan tanpa bunga selama 12 bulan. Meskipun secara resmi ditujukan untuk wisatawan domestik, kementerian memastikan bahwa pengunjung asing dengan kartu bank luar negeri atau dompet “e-CNY wisatawan” baru juga dapat mengklaim penawaran ini. Hal ini membuat skema ini relevan bagi pelancong bisnis asing yang sering menambahkan waktu liburan dalam perjalanan kerja (“bleisure”) atau ekspatriat yang ingin menjelajahi China selama musim sepi. Bagi perusahaan, kampanye ini dapat meringankan biaya perjalanan pulang bagi karyawan yang ditugaskan dan mengurangi pengeluaran harian untuk perjalanan bisnis domestik. Manajer mobilitas sebaiknya memberikan pengarahan kepada staf yang bepergian tentang cara mendaftarkan kartu asing di Alipay/WeChat Pay—proses yang kini dipermudah hanya dengan pemindaian paspor—serta tentang waktu terbatas pelepasan voucher yang berlaku dengan sistem “siapa cepat dia dapat” setiap hari Jumat. Analis industri melihat voucher ini sebagai pelengkap sisi permintaan dari Rencana Kekuatan Pariwisata yang baru disetujui. Dengan merangsang pengeluaran jangka pendek, Beijing berharap dapat mempertahankan momentum yang dibutuhkan untuk mencapai target jangka panjang pertumbuhan pariwisata domestik dan inbound.
Sumber: english.www.gov.cn