
Setelah lebih dari empat tahun pembatasan akibat pandemi, Pemerintah India secara resmi mengaktifkan kembali semua visa turis reguler jangka panjang (visa kertas) dan membuka kembali sistem e-Tourist Visa (e-TV) untuk warga negara asing. Sebuah pengumuman kedutaan tertanggal 9 Juli 2026 menegaskan bahwa visa turis kertas lima dan sepuluh tahun yang sebelumnya diterbitkan kini kembali berlaku untuk perjalanan, sementara misi India dapat mulai mengeluarkan visa turis multiple-entry dengan durasi serupa. Yang tak kalah penting adalah dihidupkannya kembali e-Tourist Visa dengan tiga pilihan masa berlaku yang sudah dikenal—30 hari, satu tahun, dan lima tahun. Produk ini sempat dihentikan sejak Maret 2020 saat pembatasan COVID-19 pertama kali menghentikan kedatangan wisatawan. Para pelancong yang memenuhi syarat kini dapat mengajukan permohonan secara online melalui portal e-Visa India dan menerima otorisasi elektronik dalam waktu proses standar dua hingga lima hari. Maskapai penerbangan telah diperintahkan untuk menerima PDF e-Tourist Visa sebagai bukti izin masuk, dan Pos Pemeriksaan Imigrasi kembali mengaktifkan pemindaian QR otomatis untuk mempercepat kedatangan. Pemulihan ini menghapus salah satu hambatan terakhir pandemi bagi pasar perjalanan masuk India, sektor yang sebelum COVID-19 menyumbang hampir 5 persen terhadap PDB. Operator tur dan jaringan perhotelan memperkirakan lonjakan tajam, terutama dari Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, yang secara historis memegang lebih dari 40 persen visa turis jangka panjang. Perusahaan yang mengelola perjalanan insentif dan kegiatan regional juga akan diuntungkan, karena proses visa kelompok dapat dilanjutkan tanpa pengecualian khusus. Implikasi praktis bagi manajer mobilitas ada dua. Pertama, karyawan yang masih memegang visa turis India yang masih berlaku dan diterbitkan sebelum Maret 2020 tidak perlu lagi melakukan re-endorsement konsuler; visa tersebut langsung aktif. Kedua, perusahaan yang merencanakan pertemuan atau kunjungan lokasi dapat kembali menggunakan jalur e-TV yang lebih cepat dan sepenuhnya online, menggantikan proses visa kertas yang lebih lambat. Namun, masuk masih dibatasi di bandara dan pelabuhan laut tertentu; penyeberangan darat akan dibuka kembali setelah ada pemberitahuan terpisah dari Kementerian Dalam Negeri. Para pelancong tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku saat perjalanan, meskipun persyaratan karantina telah dihapus awal tahun ini. Para pemangku kepentingan disarankan memperbarui kebijakan perjalanan perusahaan sesuai perubahan ini, memberi pengarahan kepada pelancong tentang persyaratan pengunduhan dokumen e-TV, dan memantau panduan terbaru terkait pembukaan kembali perbatasan darat—terutama untuk rute Nepal dan Bhutan.
Sumber: Embassy of India, Berne