
Tinjauan mendalam terhadap bulletin pariwisata Juni yang dirilis Jumat lalu menggambarkan situasi perjalanan di Siprus dengan lebih detail. Total kedatangan bulan ini turun menjadi 489.965—menurun 8.562 pengunjung dibandingkan 2025—namun komposisi wisatawan mengalami perubahan yang memiliki makna strategis bagi profil mobilitas global pulau ini. Meskipun wisatawan liburan masih mendominasi (81,6 persen dari total), proporsi yang datang untuk urusan bisnis naik menjadi 7 persen—angka tertinggi untuk bulan Juni dalam satu dekade terakhir. Penyelenggara konferensi mengaitkan kenaikan ini dengan serangkaian acara teknologi, keuangan, dan pelayaran di Limassol, serta pembukaan kembali pusat konvensi Larnaca yang telah direnovasi, kini menawarkan fasilitas hybrid tatap muka dan virtual. Visa digital-nomad pemerintah, yang diperkenalkan pada 2025 dan dibatasi hingga 5.000 izin, juga mulai mendorong kunjungan ulang jangka pendek oleh pekerja jarak jauh yang menggabungkan pertemuan dengan rekreasi. Mobilitas keluar juga tetap kuat. Sekitar 168.953 penduduk Siprus kembali dari perjalanan luar negeri pada Juni, naik 7,4 persen dibanding tahun sebelumnya—menandakan permintaan yang terpendam untuk perjalanan liburan dan bisnis masih tinggi meski harga tiket pesawat meningkat. Yunani dan Inggris menyumbang lebih dari 43 persen dari jumlah kepulangan ini, menegaskan pentingnya menjaga koneksi yang sering dan harga kompetitif di rute utama tersebut. Operator bandara Hermes mengonfirmasi bahwa jumlah penumpang di Larnaca dan Paphos hanya turun 4 persen pada Juni dibandingkan penurunan dua digit pada Maret, memperkuat bukti bahwa pasar mulai stabil. Maskapai penerbangan telah mengembalikan 22 frekuensi mingguan untuk jadwal akhir musim panas, termasuk kembalinya layanan Emirates ke Dubai dan penambahan kapasitas Wizz Air ke London dan Warsawa. Namun, analis industri mengingatkan bahwa pertumbuhan berkelanjutan akan bergantung pada penyelesaian risiko premi ruang udara terkait konflik Timur Tengah dan penerapan tepat waktu gerbang paspor otomatis untuk mengelola volume puncak tanpa mengorbankan pengalaman penumpang. Kedua isu ini akan menjadi agenda saat Kementerian Pariwisata Deputi menggelar pertemuan pemangku kepentingan tahunan pada September mendatang.
Sumber: Cyprus Mail