
Dengan para pelancong regional yang mencari destinasi pendek yang menghindari wilayah udara zona konflik, Armenia muncul sebagai pilihan praktis bagi warga UAE. Sebuah artikel yang diterbitkan pada 18 Juli menyoroti perpanjangan skema bebas visa Armenia—yang kini berlaku hingga 1 Juli 2027—untuk warga asing yang memegang izin tinggal UAE (masuk sebenarnya tergantung pada kewarganegaraan paspor). Para pelancong dapat tinggal hingga 180 hari per tahun tanpa izin sebelumnya. Artikel tersebut menyoroti Biara Haghartsin, yang restorasinya didanai oleh Yang Mulia Sheikh Dr Sultan bin Mohammed Al Qasimi, Penguasa Sharjah, menegaskan hubungan budaya yang mendasari pariwisata bilateral. Penerbangan dari Dubai ke Yerevan hanya memakan waktu sedikit lebih dari tiga jam, dan permintaan meningkat pesat: operator tur melaporkan kenaikan pemesanan sebesar 40% dibanding tahun sebelumnya pada bulan Agustus, terutama dari keluarga yang mencari suhu pegunungan yang lebih sejuk. Bagi perencana mobilitas, pembebasan visa ini berarti ekspatriat yang berbasis di UAE—termasuk mereka yang sedang bertugas dan memegang paspor yang biasanya memerlukan visa Armenia—dapat mengatur perjalanan mendadak untuk pertemuan klien, pekerjaan proyek, atau perjalanan ‘bleisure’. Namun, petugas perbatasan Armenia akan meminta ID Emirates fisik pelancong sebagai bukti izin tinggal, sesuai kebijakan di bandara UAE. Perusahaan yang mengirim staf harus menyadari bahwa otoritas Armenia menerima asuransi medis yang diterbitkan di Teluk jika polis mencakup wilayah Kaukasus; jika tidak, asuransi lokal harus dibeli saat tiba. Penyedia layanan keselamatan juga mengingatkan pelancong bahwa infrastruktur jalan di luar Yerevan bisa menantang, dan menyarankan menggunakan sopir yang sudah diverifikasi untuk transfer antar kota. Kementerian Ekonomi Armenia menyatakan kedatangan wisatawan mencapai 825.000 dalam lima bulan pertama 2026—kenaikan 19% dibanding 2025—sebagian berkat pertumbuhan pasar GCC. Perpanjangan bebas visa ini diperkirakan akan menjaga momentum hingga musim panas 2027, menawarkan warga UAE alternatif yang terjangkau dan kaya budaya saat beberapa bagian Timur Tengah menghadapi gangguan keamanan.
Sumber: Gulf News