
Kementerian Luar Negeri, Persemakmuran & Pembangunan Inggris (FCDO) telah menegaskan kembali nasihat perjalanannya ke Brasil yang **masih berlaku per 19 Juli 2026**, dengan tetap memperingatkan agar menghindari perjalanan kecuali yang sangat penting ke beberapa wilayah di sepanjang sungai Amazon, Itaquaí, dan Japurá. Meskipun tingkat risiko dasar tidak berubah, pembaruan terbaru di situs web menambahkan dua perhatian praktis terkait mobilitas: peningkatan penipuan taksi bandara-hotel dan aktivitas kriminal yang berkembang di koridor sungai yang populer di kalangan kelompok wisata ekowisata. Bagian ‘Keamanan dan Keselamatan’ kini menganjurkan pengunjung untuk memesan taksi terlebih dahulu melalui loket bandara atau aplikasi ride-share dengan verifikasi plat nomor, setelah adanya laporan penipuan tarif palsu dan penculikan kilat di sekitar bandara GRU São Paulo dan GIG Rio. Bagi pelancong bisnis yang tiba setelah tengah malam—umum untuk penerbangan jarak jauh dari London—pengawalan keamanan atau layanan transfer yang sudah diverifikasi sangat disarankan. Di sisi regional, FCDO memperluas peringatan ‘Risiko Sungai’, dengan menyebutkan perampokan bersenjata dan geng penyelundup yang beroperasi di barat Codajás dan utara Barcelos. Operator kapal ekspedisi kini wajib melaporkan rute perjalanan ke otoritas maritim setempat, dan beberapa perusahaan asuransi Inggris mulai mengecualikan perlindungan barang pribadi untuk perjalanan sungai yang tidak resmi. Panduan terbaru ini juga berdampak pada HR: perusahaan multinasional yang berbasis di London yang mengirim staf ke Manaus atau Pará untuk proyek energi dan pertambangan harus memperbarui penilaian risiko, menyediakan komunikasi satelit, dan memastikan tuan rumah lokal mengatur transportasi darat yang aman. Pemberitahuan ini juga mengingatkan warga Inggris bahwa petugas imigrasi dapat menolak masuk siapa pun yang tidak dapat menunjukkan bukti perjalanan lanjutan dan paspor dengan masa berlaku minimal enam bulan. FCDO terus menyarankan kewaspadaan selama protes besar-besaran dan merekomendasikan perencanaan darurat untuk kemungkinan keterlambatan penerbangan akibat badai musim hujan akhir Juli di Brasil, sejalan dengan nasihat dari pemerintah G7 lainnya.