
Program radio The Agenda mengungkap hari ini bahwa lebih dari 16.000 penumpang tiba di Bandara Dublin tanpa paspor atau dokumen perjalanan yang sah sejak 2020, menimbulkan kekhawatiran baru tentang celah dalam pemeriksaan dokumen oleh maskapai dan skrining saat kedatangan. Data yang dirilis melalui pertanyaan parlemen ini menunjukkan peningkatan yang konsisten setiap tahun, dengan hampir 5.000 kasus hanya pada paruh pertama 2026. Para pemangku kepentingan, mulai dari Asosiasi Pilot Maskapai Irlandia hingga LSM hak migran, sepakat bahwa fenomena ini bukan hanya masalah Irlandia—maskapai di seluruh Eropa menghadapi tantangan penipuan dokumen—namun mereka berbeda pendapat soal solusi. Serikat pekerja menginginkan denda lebih berat bagi maskapai yang membiarkan penumpang dengan dokumen tidak lengkap naik pesawat, sementara kelompok advokasi memperingatkan bahwa sanksi yang lebih ketat bisa membuat maskapai terlalu mengawasi pelancong rentan seperti pengungsi. Departemen Kehakiman menyatakan sebagian besar kedatangan tanpa paspor kemudian mengajukan perlindungan internasional dan diproses sesuai Pasal 11 Undang-Undang Perlindungan Internasional 2026. Namun, lobi bisnis Ibec berpendapat bahwa celah besar dalam pengawasan perbatasan merusak reputasi Irlandia sebagai pintu masuk yang aman namun mudah diakses—faktor penting bagi investor multinasional yang memutar staf ke negara ini. Dalam jangka pendek, petugas imigrasi sedang mengevaluasi perangkat “pendaftaran mobile biometrik”—mirip dengan yang digunakan dalam Sistem Masuk/Keluar Uni Eropa—untuk mengambil sidik jari dan gambar wajah di pintu pesawat sebelum penumpang masuk terminal. Pilot program dijadwalkan mulai pada beberapa penerbangan trans-Atlantik pada September. Perusahaan yang memindahkan eksekutif ke Irlandia disarankan memantau apakah pemeriksaan dokumen tambahan sebelum keberangkatan memperpanjang waktu boarding di bandara asal, dan mengingatkan karyawan yang bepergian untuk menyediakan waktu ekstra setelah kebijakan ini diberlakukan.
Sumber: LMFM ‘The Agenda’ (Acast audio)