
Petugas perbatasan di Medyka—pos pemeriksaan jalan tersibuk di perbatasan Polandia dengan Ukraina—menggagalkan upaya masuk wilayah Schengen oleh seorang warga negara Moldova berusia 48 tahun yang menggunakan identitas palsu, demikian konfirmasi dari Markas Besar Penjaga Perbatasan pada 27 Juli. Saat pemeriksaan awal, Sistem Masuk/Keluar (EES) memberikan peringatan karena sidik jari pelancong tidak cocok dengan data biografis di paspor yang baru diterbitkan. Pemeriksaan lebih mendalam melalui Sistem Informasi Schengen mengungkapkan bahwa otoritas Rumania telah memberlakukan larangan masuk terhadap pria tersebut pada 2023 karena penipuan imigrasi, yang masih berlaku selama lima tahun ke depan. Pria yang mencoba menyamarkan identitas dengan mengubah beberapa huruf pada nama belakangnya itu ditolak masuk dan dikawal kembali ke sisi Ukraina. Ia kini menghadapi proses hukum di Polandia atas percobaan penyeberangan perbatasan ilegal dengan ancaman hukuman penjara hingga tiga tahun. Pejabat Polandia menyoroti kasus ini sebagai bukti bahwa basis data biometrik baru sudah memperketat keamanan Schengen hanya beberapa bulan setelah dioperasikan. Sebelum April 2026, penyusup dengan dokumen perjalanan yang tampak sah bisa lolos jika pemeriksaan manual gagal mendeteksi ketidaksesuaian. Karena EES merekam gambar wajah dan sidik jari setiap kali penyeberangan, manipulasi identitas kini jauh lebih sulit, terutama di perbatasan darat yang sibuk di mana petugas memiliki waktu terbatas untuk memeriksa setiap kendaraan. Bagi perusahaan multinasional yang memindahkan staf melalui wilayah timur Polandia, insiden ini menjadi peringatan penting: karyawan yang sedang dalam larangan masuk—sering kali akibat masa tinggal sebelumnya yang melebihi batas—akan langsung terdeteksi. Perusahaan disarankan untuk menjaga basis data terpusat mengenai riwayat imigrasi staf dan melakukan pemeriksaan kepatuhan sebelum perjalanan, terutama bagi kontraktor dari negara bebas visa yang mungkin memiliki beberapa paspor. Penjaga Perbatasan mengimbau para pelancong untuk menyediakan waktu ekstra di Medyka dan pos pemeriksaan timur lainnya saat arus lalu lintas liburan memuncak. Jalur khusus bisnis tetap tersedia untuk truk di bawah Konvensi Transit Bersama, namun pengemudi tetap harus menjalani pengambilan data biometrik kecuali mereka memegang izin tinggal Polandia.
Sumber: Polish Border Guard Headquarters