
Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi (SECO) mengumumkan pada 18 September 2026 bahwa Swiss akan mengadopsi paket sanksi terbaru Uni Eropa terhadap Belarus, yang mulai berlaku pada 19 September. Langkah ini memperluas pembekuan aset, memberlakukan larangan impor baru, dan yang paling penting bagi manajer mobilitas, memperluas larangan perjalanan kepada pejabat Belarus dan entitas terkait konflik Ukraina yang sedang berlangsung. Sanksi ini menambah daftar individu yang dilarang masuk ke Swiss maupun transit melalui wilayahnya, termasuk penerbangan lanjutan di bandara Zurich dan Jenewa. Maskapai penerbangan dan perusahaan manajemen perjalanan harus segera memperbarui sistem penyaringan daftar pantauan agar tidak mengizinkan penumpang yang dilarang naik pesawat. Perusahaan Swiss yang mempekerjakan warga Belarus dalam transfer antarperusahaan harus memeriksa apakah orang-orang baru yang masuk daftar tersebut memengaruhi manajer senior atau mitra pemerintah yang penting untuk perizinan. Meskipun pemegang izin kerja yang sudah berada di Swiss umumnya diizinkan tetap tinggal, perjalanan bisnis di wilayah Schengen kini mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan. Sanksi finansial juga membatasi ekspor barang dual-use, yang dapat mempersulit pengiriman peralatan teknologi tinggi bagi perusahaan Swiss dengan anak perusahaan atau klien di Belarus. Departemen mobilitas yang mengatur kunjungan dukungan teknis harus berkoordinasi dengan tim pengendalian ekspor sebelum mengirim staf atau peralatan. Langkah ini menegaskan keselarasan bertahap namun konsisten Swiss dengan instrumen kebijakan luar negeri Uni Eropa, memberi sinyal kepada kantor pusat multinasional bahwa kepatuhan sanksi akan semakin mengikuti standar UE—hal penting untuk perencanaan mobilitas regional.
Sumber: SECO press release