
Maskapai penerbangan berbiaya rendah Vietnam, Vietjet, resmi meluncurkan layanan yang telah lama dinantikan antara Praha dan Hanoi pada 10 Oktober, dengan berita ini muncul di media Ceko pada Minggu, 11 Oktober 2026. Penerbangan dua kali seminggu (Selasa dan Sabtu) dioperasikan menggunakan Airbus A330-300 dengan kapasitas 377 kursi dan mencakup pemberhentian teknis di Almaty, Kazakhstan, yang juga dapat dipesan sebagai rute terpisah.
Bagi Bandara Václav Havel Praha, peluncuran ini menandai kedatangan maskapai jarak jauh baru dan menjadi jalur langsung pertama antara Republik Ceko dan Vietnam. Rute ini memiliki arti strategis karena beberapa alasan. Sekitar 62.000 warga Vietnam tinggal di Ceko, menjadikan mereka komunitas asing terbesar ketiga di negara tersebut. Hingga kini, mereka harus menggunakan koneksi yang memakan waktu melalui Frankfurt, Istanbul, atau Teluk Persia. Layanan langsung ini diharapkan dapat meningkatkan lalu lintas kunjungan keluarga dan teman serta mendorong perdagangan bilateral—Vietnam sudah menjadi pasar kargo jarak jauh dengan pertumbuhan tercepat di Bandara Praha.
Ketua bandara, Radomír Lašák, memperkirakan rute ini dapat mengangkut lebih dari 67.000 penumpang pada tahun pertamanya. Bagi Vietjet, Praha adalah tujuan pertama mereka di Eropa dan menjadi pijakan untuk ekspansi lebih lanjut ke Eropa Tengah. Maskapai ini secara agresif menargetkan lalu lintas hak keenam: tiket lanjutan akan menghubungkan pelancong Ceko ke lebih dari 40 tujuan di Asia dan Australia, sekaligus memberikan akses satu pemberhentian bagi penumpang Vietnam dan Asia Tenggara ke ibu kota Eropa Tengah dan Timur melalui layanan kereta dan bus codeshare.
Manajer perjalanan korporat menyambut baik layanan ini karena memperpendek waktu perjalanan di jalur perdagangan yang berkembang—mesin, suku cadang otomotif, dan teknologi medis mendominasi ekspor Ceko, sementara pakaian dan elektronik menjadi komoditas impor utama. Para ahli kebijakan perjalanan mencatat bahwa proses visa bisnis Vietnam di Praha baru-baru ini dipermudah, memungkinkan perusahaan memindahkan insinyur dan eksekutif dengan lebih cepat.
Tips praktis: meskipun warga Ceko dapat masuk ke Vietnam tanpa visa hingga 45 hari, pelancong yang tinggal lebih lama tetap harus mengurus e-visa sebelumnya. Vietjet menawarkan opsi “VisaFast” yang terintegrasi saat pemesanan, yang menyerahkan urusan administrasi kepada agen resmi.
Bagi Bandara Václav Havel Praha, peluncuran ini menandai kedatangan maskapai jarak jauh baru dan menjadi jalur langsung pertama antara Republik Ceko dan Vietnam. Rute ini memiliki arti strategis karena beberapa alasan. Sekitar 62.000 warga Vietnam tinggal di Ceko, menjadikan mereka komunitas asing terbesar ketiga di negara tersebut. Hingga kini, mereka harus menggunakan koneksi yang memakan waktu melalui Frankfurt, Istanbul, atau Teluk Persia. Layanan langsung ini diharapkan dapat meningkatkan lalu lintas kunjungan keluarga dan teman serta mendorong perdagangan bilateral—Vietnam sudah menjadi pasar kargo jarak jauh dengan pertumbuhan tercepat di Bandara Praha.
Ketua bandara, Radomír Lašák, memperkirakan rute ini dapat mengangkut lebih dari 67.000 penumpang pada tahun pertamanya. Bagi Vietjet, Praha adalah tujuan pertama mereka di Eropa dan menjadi pijakan untuk ekspansi lebih lanjut ke Eropa Tengah. Maskapai ini secara agresif menargetkan lalu lintas hak keenam: tiket lanjutan akan menghubungkan pelancong Ceko ke lebih dari 40 tujuan di Asia dan Australia, sekaligus memberikan akses satu pemberhentian bagi penumpang Vietnam dan Asia Tenggara ke ibu kota Eropa Tengah dan Timur melalui layanan kereta dan bus codeshare.
Manajer perjalanan korporat menyambut baik layanan ini karena memperpendek waktu perjalanan di jalur perdagangan yang berkembang—mesin, suku cadang otomotif, dan teknologi medis mendominasi ekspor Ceko, sementara pakaian dan elektronik menjadi komoditas impor utama. Para ahli kebijakan perjalanan mencatat bahwa proses visa bisnis Vietnam di Praha baru-baru ini dipermudah, memungkinkan perusahaan memindahkan insinyur dan eksekutif dengan lebih cepat.
Tips praktis: meskipun warga Ceko dapat masuk ke Vietnam tanpa visa hingga 45 hari, pelancong yang tinggal lebih lama tetap harus mengurus e-visa sebelumnya. Vietjet menawarkan opsi “VisaFast” yang terintegrasi saat pemesanan, yang menyerahkan urusan administrasi kepada agen resmi.
Sumber: Prague Daily News