
Dalam sebuah siaran pers terkait, Konsulat Prancis di Aljir bersama Dewan Medis Aljazair meluncurkan **jalur visa yang disederhanakan** bagi dokter Aljazair yang bepergian ke Prancis untuk kongres, observasi rumah sakit, atau konsultasi jangka pendek. Berlaku mulai 18 Oktober 2026, para dokter dapat mengajukan berkas langsung di kantor pusat Dewan Medis, mendapatkan surat keterangan yang distempel, lalu mengamankan janji temu cepat dengan Capago. Proses ini memangkas setidaknya dua minggu dari antrean jadwal standar, menjadi angin segar bagi rumah sakit Prancis yang menghadapi kekurangan staf musim dingin dan perusahaan farmasi yang membawa KOL (key opinion leaders) ke simposium peluncuran produk. Dokumen yang diperlukan tetap mencakup pengambilan data biometrik di Capago dan bukti pendanaan, namun konsulat akan memprioritaskan berkas yang dilengkapi surat keterangan dari Dewan Medis. Pada 2025, Prancis mengeluarkan lebih dari 8.000 visa kunjungan singkat untuk tujuan medis bagi warga Aljazair; permintaan diperkirakan naik 15% musim ini seiring bertambahnya uji klinis lintas batas. Tim HR disarankan memperbarui surat undangan dengan menyebutkan jalur baru ‘Visa Médecin’ dan menyiapkan anggaran pembayaran biaya secara tunai, karena pembayaran online masih ditangguhkan. Para pengamat melihat pilot ini sebagai uji coba untuk profesi lain yang menghadapi kekurangan tenaga bilateral, seperti insinyur TI dan petugas maritim. Jika berhasil, ini bisa menjadi acuan strategi migrasi tenaga kerja Prancis menjelang reformasi sistem pensiun 2027. Praktisi mobilitas disarankan memantau pelaksanaan dengan cermat: sumber daya konsuler terbatas, dan lonjakan penyalahgunaan bisa memicu pembalikan kebijakan secara cepat.
Sumber: Algérie 360°