
Bulgaria diam-diam menjadi salah satu pintu gerbang paling populer di Uni Eropa bagi para profesional dan pelajar India yang mencari basis dekat Schengen dengan biaya terjangkau. Pada 3 November 2025, Sofia mengambil langkah tegas dengan membuka enam Pusat Aplikasi Visa Bulgaria (VAC) khusus di New Delhi, Ahmedabad, Bengaluru, Chennai, Kolkata, dan Mumbai.
Sebelumnya, warga India yang mengajukan visa jangka panjang ‘D’ Bulgaria (diperlukan untuk studi, transfer antar perusahaan, pekerjaan lokal, atau reunifikasi keluarga) hanya bisa menyerahkan data biometrik di dua pusat saja, menyebabkan waktu tunggu lama dan harus bepergian ke beberapa kota. Fasilitas baru ini, yang dijalankan oleh VFS Global bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Bulgaria, menerima aplikasi untuk masa tinggal hingga 180 hari serta menyediakan layanan biometrik tanpa janji dan pemrosesan prioritas dengan biaya tambahan.
Pejabat mengatakan peluncuran ini bertepatan dengan permintaan tinggi dari India: pendaftaran mahasiswa di universitas Bulgaria naik 27% dibanding tahun sebelumnya, dan perusahaan outsourcing teknologi mempercepat perekrutan di koridor TI Sofia yang berkembang pesat. Dengan memperluas kapasitas fisik, Bulgaria berharap mempersingkat waktu pemrosesan rata-rata menjadi 15 hari kalender—penting untuk penerimaan semester Januari dan mobilisasi proyek musim dingin.
Bagi pemberi kerja India, kehadiran pusat yang lebih banyak menghilangkan hambatan logistik dalam memindahkan talenta ke ekonomi UE dengan pajak terendah di Eropa Tenggara (pajak korporasi dan penghasilan pribadi flat 10%). Konsultan imigrasi mencatat bahwa setelah pemegang visa ‘D’ mendaftar secara lokal, mereka bisa mengubahnya menjadi izin tinggal Bulgaria yang memungkinkan perjalanan bebas visa ke sebagian besar wilayah Schengen—keuntungan mobilitas menarik bagi tim proyek yang menangani beberapa klien UE.
Tips praktis: pelamar harus membuat janji lewat portal VFS, menunjukkan bukti akomodasi selama masa tinggal, dan saldo bank sekitar €50 per hari (minimal €500). Kedutaan memperingatkan bahwa dokumen bank palsu bisa berakibat larangan masuk selama lima tahun, jadi pemberi kerja harus membimbing staf agar menggunakan dokumen yang sesuai aturan.
Sebelumnya, warga India yang mengajukan visa jangka panjang ‘D’ Bulgaria (diperlukan untuk studi, transfer antar perusahaan, pekerjaan lokal, atau reunifikasi keluarga) hanya bisa menyerahkan data biometrik di dua pusat saja, menyebabkan waktu tunggu lama dan harus bepergian ke beberapa kota. Fasilitas baru ini, yang dijalankan oleh VFS Global bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Bulgaria, menerima aplikasi untuk masa tinggal hingga 180 hari serta menyediakan layanan biometrik tanpa janji dan pemrosesan prioritas dengan biaya tambahan.
Pejabat mengatakan peluncuran ini bertepatan dengan permintaan tinggi dari India: pendaftaran mahasiswa di universitas Bulgaria naik 27% dibanding tahun sebelumnya, dan perusahaan outsourcing teknologi mempercepat perekrutan di koridor TI Sofia yang berkembang pesat. Dengan memperluas kapasitas fisik, Bulgaria berharap mempersingkat waktu pemrosesan rata-rata menjadi 15 hari kalender—penting untuk penerimaan semester Januari dan mobilisasi proyek musim dingin.
Bagi pemberi kerja India, kehadiran pusat yang lebih banyak menghilangkan hambatan logistik dalam memindahkan talenta ke ekonomi UE dengan pajak terendah di Eropa Tenggara (pajak korporasi dan penghasilan pribadi flat 10%). Konsultan imigrasi mencatat bahwa setelah pemegang visa ‘D’ mendaftar secara lokal, mereka bisa mengubahnya menjadi izin tinggal Bulgaria yang memungkinkan perjalanan bebas visa ke sebagian besar wilayah Schengen—keuntungan mobilitas menarik bagi tim proyek yang menangani beberapa klien UE.
Tips praktis: pelamar harus membuat janji lewat portal VFS, menunjukkan bukti akomodasi selama masa tinggal, dan saldo bank sekitar €50 per hari (minimal €500). Kedutaan memperingatkan bahwa dokumen bank palsu bisa berakibat larangan masuk selama lima tahun, jadi pemberi kerja harus membimbing staf agar menggunakan dokumen yang sesuai aturan.
Sumber: Travel and Tour World