
Menjelang musim puncak musim dingin di Dubai yang tinggal beberapa minggu lagi, maskapai Emirates mengeluarkan peringatan operasional dengan prediksi lebih dari 2,3 juta penumpang berangkat dan 2,5 juta penumpang tiba di Bandara Internasional Dubai (DXB) hanya pada bulan Desember. Maskapai ini mengimbau para pelancong untuk tiba minimal tiga jam sebelum keberangkatan, melakukan check-in online 48 jam sebelumnya, dan memanfaatkan layanan drop bag di luar bandara guna menghindari kemacetan.
Perkiraan ini mencerminkan beberapa faktor permintaan yang tumpang tindih: liburan sekolah, kalender acara yang padat—termasuk sidang sampingan COP29 dan pertandingan olahraga besar—serta pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan setelah pelonggaran aturan visa kunjungan UAE awal tahun ini. Operator DXB memastikan koordinasi dengan imigrasi, bea cukai, dan Kepolisian Dubai untuk menambah staf saat puncak, sementara Emirates memperpanjang jam operasional City Check-In di DIFC dan Ajman serta memberikan bonus Skywards Miles untuk mendorong penyerahan bagasi lebih awal.
Bagi perencana perjalanan korporat, peringatan ini berarti perlu menganggarkan waktu transfer ekstra dan memantau batas waktu boarding biometrik serta pembatasan power bank. Manajer mobilitas yang mengatur perpindahan karyawan pada Desember juga harus mengantisipasi potensi keterlambatan layanan home-check-in Emirates yang kini wajib dipesan 24 jam sebelum keberangkatan. Perusahaan dengan perpindahan grup besar ditawarkan loket khusus, namun harus mendaftarkan daftar penumpang terlebih dahulu ke maskapai dan Direktorat Jenderal Imigrasi dan Urusan Orang Asing.
Meski kapasitas DXB telah kembali ke level sebelum pandemi, bandara ini masih beroperasi dengan tingkat pemanfaatan slot hampir 95 persen saat puncak musim liburan. Peringatan Emirates ini menjadi pengingat tepat waktu bahwa bahkan pusat internasional tersibuk di dunia bisa menjadi hambatan jika pelancong mengabaikan jadwal. Perusahaan disarankan memperbarui kebijakan perjalanan karyawan, menekankan batas waktu imigrasi (selesai imigrasi 90 menit sebelum penerbangan, tiba di gate 60 menit sebelumnya) serta aturan terbaru Emirates terkait baterai lithium.
Perkiraan ini mencerminkan beberapa faktor permintaan yang tumpang tindih: liburan sekolah, kalender acara yang padat—termasuk sidang sampingan COP29 dan pertandingan olahraga besar—serta pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan setelah pelonggaran aturan visa kunjungan UAE awal tahun ini. Operator DXB memastikan koordinasi dengan imigrasi, bea cukai, dan Kepolisian Dubai untuk menambah staf saat puncak, sementara Emirates memperpanjang jam operasional City Check-In di DIFC dan Ajman serta memberikan bonus Skywards Miles untuk mendorong penyerahan bagasi lebih awal.
Bagi perencana perjalanan korporat, peringatan ini berarti perlu menganggarkan waktu transfer ekstra dan memantau batas waktu boarding biometrik serta pembatasan power bank. Manajer mobilitas yang mengatur perpindahan karyawan pada Desember juga harus mengantisipasi potensi keterlambatan layanan home-check-in Emirates yang kini wajib dipesan 24 jam sebelum keberangkatan. Perusahaan dengan perpindahan grup besar ditawarkan loket khusus, namun harus mendaftarkan daftar penumpang terlebih dahulu ke maskapai dan Direktorat Jenderal Imigrasi dan Urusan Orang Asing.
Meski kapasitas DXB telah kembali ke level sebelum pandemi, bandara ini masih beroperasi dengan tingkat pemanfaatan slot hampir 95 persen saat puncak musim liburan. Peringatan Emirates ini menjadi pengingat tepat waktu bahwa bahkan pusat internasional tersibuk di dunia bisa menjadi hambatan jika pelancong mengabaikan jadwal. Perusahaan disarankan memperbarui kebijakan perjalanan karyawan, menekankan batas waktu imigrasi (selesai imigrasi 90 menit sebelum penerbangan, tiba di gate 60 menit sebelumnya) serta aturan terbaru Emirates terkait baterai lithium.
Sumber: Khaleej Times