
Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada (IRCC) meluncurkan pelacakan aplikasi secara real-time pada kuartal ini, namun pelamar dari India mengatakan alat baru ini belum mengatasi keterlambatan pemrosesan yang kronis. Data terbaru yang dipublikasikan pada 19 November 2025 menunjukkan keputusan izin belajar dari India rata-rata memakan waktu empat minggu—peningkatan satu minggu—sementara pengajuan izin kerja baru masih memakan waktu sepuluh minggu.
Masalah utama justru terjadi di dalam Kanada: perpanjangan izin belajar memakan waktu hingga 12 minggu, dan perpanjangan izin kerja di dalam Kanada rata-rata 227 hari. Bagi lulusan internasional yang mengandalkan opsi kerja pasca-studi, ketidakpastian ini menghambat mulai kerja, pendaftaran gaji, dan kelayakan asuransi kesehatan. Perekrut di Toronto dan Vancouver melaporkan kandidat menunda tanggal mulai kerja atau memilih Inggris dan Australia sebagai alternatif, meskipun biaya hidup di sana lebih tinggi.
IRCC menyebutkan kemacetan ini disebabkan oleh lonjakan volume pelamar dari India—yang kini menyumbang sekitar 41 persen dari total pelajar asing di Kanada—ditambah pemeriksaan keamanan yang lebih ketat dan beban kerja yang tidak merata antara kantor visa luar negeri dan domestik. Meskipun dashboard real-time meningkatkan transparansi, alat ini hanya menunjukkan antrean yang sedang berjalan.
Perusahaan yang mengirim staf dari India ke Kanada disarankan untuk menyiapkan waktu tunggu enam bulan untuk perpanjangan izin kerja dan memantau pelacak mingguan IRCC untuk perkembangan terbaru. Universitas yang menerima mahasiswa pada Januari 2026 mendorong agar mahasiswa mengajukan aplikasi lengkap paling lambat awal Desember untuk menghindari penundaan.
Masalah utama justru terjadi di dalam Kanada: perpanjangan izin belajar memakan waktu hingga 12 minggu, dan perpanjangan izin kerja di dalam Kanada rata-rata 227 hari. Bagi lulusan internasional yang mengandalkan opsi kerja pasca-studi, ketidakpastian ini menghambat mulai kerja, pendaftaran gaji, dan kelayakan asuransi kesehatan. Perekrut di Toronto dan Vancouver melaporkan kandidat menunda tanggal mulai kerja atau memilih Inggris dan Australia sebagai alternatif, meskipun biaya hidup di sana lebih tinggi.
IRCC menyebutkan kemacetan ini disebabkan oleh lonjakan volume pelamar dari India—yang kini menyumbang sekitar 41 persen dari total pelajar asing di Kanada—ditambah pemeriksaan keamanan yang lebih ketat dan beban kerja yang tidak merata antara kantor visa luar negeri dan domestik. Meskipun dashboard real-time meningkatkan transparansi, alat ini hanya menunjukkan antrean yang sedang berjalan.
Perusahaan yang mengirim staf dari India ke Kanada disarankan untuk menyiapkan waktu tunggu enam bulan untuk perpanjangan izin kerja dan memantau pelacak mingguan IRCC untuk perkembangan terbaru. Universitas yang menerima mahasiswa pada Januari 2026 mendorong agar mahasiswa mengajukan aplikasi lengkap paling lambat awal Desember untuk menghindari penundaan.
Sumber: The Times of India